“Saya tidak mengetahui latar belakang pasti dari kopilot Flydubai yang menyerang kapten pesawat dalam upaya yang tampaknya bertujuan untuk menjatuhkan pesawat. Namun, hal yang sudah jelas adalah dia membenci orang Israel. Itu adalah fanatisme dan kebencian pada tingkat yang tidak terukur. Masih terlalu dini untuk mengatakannya,” kata Netanyahu merespons isu keterlibatan Iran dalam pembajakan pesawat Flydubai saat diwawancara jurnalis Fox News, Sean Hannity, Rabu (30/9/2026), seperti dikutip Times of Israel.
Netanyahu Ragu Iran Terlibat Pembajakan Pesawat Flydubai

- Benjamin Netanyahu menyatakan terlalu dini menuduh Iran terlibat dalam upaya pembajakan Flydubai, karena penyelidikan masih berlangsung meski ia menyebut pelaku membenci warga Israel.
- Israel berencana mengikuti, dan kemungkinan berpartisipasi, dalam penyelidikan terhadap kopilot yang ditahan di Arab Saudi sebelum kemungkinan dipindahkan ke Uni Emirat Arab.
- Dalam penerbangan Dubai-Tel Aviv, kopilot diduga warga Oman menikam kapten India Smit Machchhar; kapten mengalahkannya dan mendarat darurat di Tabuk, menyelamatkan 174 orang.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, merasa ragu Iran terlibat dalam insiden pembajakan pesawat Flydubai yang terjadi pada Selasa (29/9/2026) lalu. Netanyahu mengatakan, terlalu dini untuk menuduh Teheran terlibat dalam insiden tersebut. Sebab, semua bukti belum terungkap karena penyelidikan oleh pihak berwajib hingga kini masih berjalan.
1. Israel berniat terlibat dalam proses penyelidikan

ilustrasi penyelidikan (unsplash.com/Mediamodifier) Netanyahu menambahkan, saat ini, kopilot Flydubai yang berniat membajak pesawatnya kini sedang diselidiki oleh pihak berwajib dari Arab Saudi. Ia mengatakan, Israel kemungkinan akan ikut dalam proses penyelidikan. Sebab, insiden ini telah mengancam nyawa sejumlah warga Israel yang terbang menggunakan pesawat Flydubai.
“Pilot penyerang tersebut kini sedang diselidiki di Arab Saudi. Saya rasa, dia akan dibawa ke Uni Emirat Arab (UEA), tempat asalnya atau setidaknya tempat dia terbang. Kami akan mengikuti dan mungkin juga berpartisipasi dalam penyelidikan ini,” lanjut Netanyahu kepada Hannity.
2. Kopilot pesawat Flydubai diduga merupakan warga negara Oman

potret bendera Oman (pexels.com/Ugurcan Ozmen) Insiden pembajakan ini bermula ketika pesawat Flydubai sedang dalam perjalanan dari Dubai, UEA, menuju Tel Aviv, Israel. Saat pesawat sudah dekat dengan Tel Aviv, kopilot pesawat Flydubai tiba-tiba langsung menikam sang kapten pilot. Sang kopilot diduga berasal dari Oman, sedangkan sang kapten yang bernama Smit Machchhar merupakan warga negara India.
“Meskipun ditikam dan terluka parah, ia (kapten pesawat Flydubai) melawan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang dan awak pesawat untuk mengalahkan penyerang (kopilot pesawat Flydubai) dan mencegah bencana di udara yang dahsyat. Ia menyelamatkan nyawa 174 orang, termasuk warga negara Israel dan warga negara lain,” tulis Netanyahu dalam sebuah unggahan di X.
3. Pesawat Flydubai mendarat darurat di Bandara Tabuk Arab Saudi

potret Bandara Tabuk, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/م سعود العنزي) Usai terlibat perkelahian sengit, Machchhar akhirnya berhasil mengalahkan sang kopilot. Machchhar lantas membawa pesawat Flydubai ke Bandara Tabuk, Arab Saudi, untuk melakukan pendaratan darurat. Pesawat pun akhirnya berhasil mendarat dengan lancar. Penumpang pun langsung dievakuasi oleh petugas penyelamat tidak lama setelahnya.
Saat dievakuasi, Machchhar dikabarkan dalam keadaan terluka parah. Ia lantas dibawa ke rumah sakit terdekat yang ada di Tabuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, berdasarkan keterangan Kedutaan Besar India di Riyadh, kondisi Machchhar saat ini sudah stabil dan sedang dalam proses penyembuhan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















