Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu Disebut Desak Trump Serang Iran Sebelum Pemilu AS-Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri), sedang menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kanan), di Gedung Putih pada 7 April 2025. (flickr.com/White House via commons.wikimedia.org/White House)
  • Channel 12 melaporkan Netanyahu meminta Trump menyerang Iran sebelum pemilu Israel pada 27 Oktober dan pemilu sela AS pada 3 November, berdasarkan sumber pejabat AS.
  • Trump sebelumnya menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela AS, meski CENTCOM dan IDF dilaporkan siaga serta Trump mempertimbangkan permintaan tersebut.
  • Pemerintah Israel membantah Netanyahu mendesak serangan dan menyebut diplomasi diutamakan; Kepala Staf IDF Eyal Zamir memperingatkan perang dapat menunda pemilu Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan telah mendesak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk kembali menyerang Iran. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh salah satu stasiun televisi Israel, Channel 12, berdasarkan informasi dari seorang pejabat AS pada Selasa (13/10/2026). 

Menurut Channel 12, pejabat tersebut mengatakan, Netanyahu meminta Trump untuk melakukan serangan terbaru ke Iran sebelum pemilihan umum (pemilu) yang sebentar lagi akan digelar AS dan Israel. AS sendiri akan melakukan pemilu sela pada 3 November, sedangkan Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober mendatang.

1. Trump tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela AS

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Namun, Trump sebelumnya sudah mengatakan ia tidak akan melakukan serangan terbaru ke Iran sebelum pemilu sela AS selesai digelar. Sebab, perhatian Trump kini sedang tertuju ke pemilu tersebut karena ia ingin partai pendukungnya, Partai Republik, meraih suara terbanyak agar bisa menguasai parlemen dan senat AS.

Meski begitu, Komando Tengah (CENTCOM) dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini disebut sudah siap siaga untuk melakukan serangan baru ke Iran. Langkah ini bertujuan untuk berjaga-jaga kalau-kalau Trump mengubah pikirannya untuk menyerang Iran sebelum pemilu. Sebab, Trump saat ini juga disebut sedang mempertimbangkan permintaan Netanyahu untuk menyerang Iran sebelum pemilu. 


2. Israel membantah kabar Netanyahu minta Trump serang Iran sebelum pemilu

potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy)

Namun, Pemerintah Israel membantah keras bahwa Netanyahu telah meminta Trump untuk menyerang Iran sebelum pemilu. Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan, Netanyahu saat ini lebih mengedepankan jalan diplomasi untuk menyelesaikan konflik dengan Iran. Oleh karena itu, ia tidak mungkin mendesak Washington untuk melanjutkan perang dengan Teheran. 

“Perdana Menteri terus melakukan dialog dengan Presiden Trump dan para pejabat senior Pemerintah AS dan tidak membahas isi percakapan di antara mereka,” demikian bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel, seperti dilansir Times of Israel. Di sisi lain, Gedung Putih tidak berkomentar apa pun.

3. Serangan terbaru ke Iran bisa berakibat penundaan pemilu

ilustrasi pemilu (pexels.com/Tara Winstead)

Rencana serangan ke Iran sebelum pemilu ini sebetulnya juga ditentang oleh sejumlah pihak di Israel. Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, mengatakan, serangan ke Iran sebelum pemilu bisa berakibat penundaan kontestasi politik tersebut. Sebab, pemilu Israel tidak mungkin digelar dalam situasi perang karena akan berbahaya bagi para kontestan dan warga Israel yang menjadi pemilih. 

Zamir mengaku dirinya lebih suka Israel untuk mengutamakan pemilu terlebih dahulu. Sebab, kegiatan tersebut sangat penting bagi keberlanjutan roda pemerintahan Israel. Jika tertunda karena perang, reorganisasi pemerintahan juga pasti akan ikut tertunda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article