Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk meningkatkan intensitas serangan di Lebanon demi menghancurkan kelompok Hizbullah. Perintah ini diumumkan melalui sebuah pernyataan video di aplikasi Telegram pada Senin (25/5/2026).
Netanyahu mengklaim pasukan Israel telah berhasil membunuh lebih dari 600 anggota Hizbullah dalam serangkaian pertempuran beberapa pekan terakhir. Dia menegaskan negaranya saat ini sedang berada dalam status perang dengan Hizbullah dan tidak berniat untuk mengendurkan serangan.
