Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Satgas UNIFIL Berangkat ke Lebanon

- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melepas 744 prajurit Satgas UNIFIL ke Lebanon, menandai kelanjutan misi perdamaian meski Indonesia kehilangan empat personel sebelumnya.
- Dari total pasukan, 571 berasal dari TNI AD, sementara sisanya dari AL, AU, dan Mabes TNI; mereka akan bertugas menjaga perdamaian di Lebanon sebelum kembali ke Tanah Air.
- Pemerintah Indonesia telah meminta jaminan keamanan kepada PBB bagi seluruh personel UNIFIL setelah empat prajurit gugur dalam tugas dan mendapat penghormatan negara.
Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Kamis (21/5/2026) memimpin upacara pelepasan 744 personel yang menjadi bagian dari satgas UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) untuk dikirim ke Lebanon. Mereka bakal diberangkatkan menggunakan pesawat pada Jumat (22/5/2026) ke Beirut. Ini merupakan tanda misi UNIFIL tetap berlanjut meski Indonesia sudah kehilangan empat prajurit dalam misi tersebut.
"Personel tersebut terdiri atas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-T, FHQSU TNI Konga XXVI-R, MPU TNI Konga XXV-R, MCOU TNI Konga XXX-P, CIMIC TNI Konga XXXI-P, tim kesehatan TNI Konga XXIX-Q level II Hospital UNIFIL dan military staff UNIFIL," ujar Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, di dalam keterangan, dikutip Jumat (22/5/2026).
Dia berpesan agar seluruh prajurit TNI yang ditugaskan ke misi UNIFIL menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda.
"Panglima TNI juga meminta agar mengutamakan keamanan, menghindari pelanggaran serta menjaga moril dan kesehatan selama bertugas," kata dia.
1. Komponen terbesar pasukan perdamaian paling banyak berasal dari TNI AD

Berdasarkan keterangan dari TNI Angkatan Udara (AU), dari 744 personel satgas TNI Konga UNIFIL paling banyak berasal dari matra TNI Angkatan Darat (AD). Jumlahnya mencapai 571 personel.
Sebanyak 79 personel berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL), 63 personel dari TNI Angkatan Udara (AU) dan 31 personel Mabes TNI. Ratusan personel TNI yang bertugas di Lebanon akan kembali ke Tanah Air usai melakukan penyerahan tugas.
2. Pemerintah Indonesia sudah minta jaminan keamanan ke PBB

Sementara, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026), Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan Indonesia tidak bisa mundur dan menarik semua pasukannya dari misi UNIFIL begitu saja.
Dengan demikian, pemerintah telah berkomunikasi dengan PBB untuk meminta jaminan perlindungan keamanan bagi personel TNI yang ditugaskan di UNIFIL.
"Kami sudah melakukan negosiasi agar penempatan prajurit TNI di UNIFIL juga memperhatikan faktor keamanan," ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
3. Empat anggota TNI gugur ketika ditugaskan di UNIFIL

Sementara, Indonesia kehilangan personel terbesar di misi UNIFIL pada 2026. Total ada empat prajurit TNI yang gugur. Tiga jenazah prajurit TNI dipulangkan ke Tanah Air dan mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan, satu prajurit TNI lainnya gugur setelah sempat dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan.
Berikut daftar prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL sepanjang 2026:
1. Praka Farizal Rhomadhon: gugur di tempat usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026. Di lokasi tempat Farizal berada terdapat Praka Rico
2. Kapten Zulmi Aditya Iskandar: gugur setelah mobil konvoi terkena ledakan. Aditya membawa logistik untuk mengevakuasi jenazah Farizal
3. Sertu Muhammad Nur Ichwan: gugur bersama Aditya setelah ledakan menghantam konvoi kendaraan logistik
4. Praka Rico Pramudia: sempat mengalami kondisi kritis usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026 lalu. Ia mengembuskan nafas terakhir pada 24 April 2026.
Keempat prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL mendapat kenaikan pangkat dari Panglima TNI.



















