Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu Pastikan Ben-Gvir Jadi Menteri Senior di Pemerintahan Baru
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (x.com/netanyahu)
  • Benjamin Netanyahu memastikan Itamar Ben-Gvir akan menjadi menteri senior dalam pemerintahan mendatang, membantah isu bahwa pemimpin Otzma Yehudit itu akan disingkirkan dari koalisi.
  • Ben-Gvir sebelumnya menuduh Kantor Perdana Menteri Israel menjanjikan kepada sejumlah negara Uni Eropa bahwa dirinya tidak akan dilibatkan dalam pemerintahan Netanyahu.
  • Menjelang pemilu Israel, Netanyahu menerima dukungan Donald Trump dan membahas penyelesaian pekerjaan bersama serta peluang memperluas kesepakatan perdamaian regional, termasuk Perjanjian Abraham.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir akan menjadi menteri senior dalam pemerintahan mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan keduanya menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel.

Dilansir Haaretz, Netanyahu menyampaikan pernyataan itu saat mengunjungi pusat perbelanjaan di Kota Lod, Distrik Tengah, Israel pada Senin (19/10/2026). Pada hari yang sama, ia juga berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan dukungan terhadap pencalonannya.

1. Netanyahu pastikan Ben-Gvir akan tetap dapat posisi

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir (x.com/itamarbengvir)

Netanyahu menegaskan Ben-Gvir akan menjabat sebagai menteri senior dalam pemerintahan mendatang. Pernyataan itu muncul setelah Ben-Gvir menuduhnya berupaya mengesampingkan dirinya dan membentuk koalisi tanpa Partai Otzma Yehudit yang dipimpinnya.

Ketika berbicara di pusat perbelanjaan di Lod, Netanyahu meminta pemilih agar tidak memercayai klaim yang beredar. Ia juga disambut pendukung yang meneriakkan "Bibi, Raja Israel!"

2. Ben-Gvir tuding Netanyahu berjanji menyingkirkannya ke negara-negara UE

ilustrasi bendera Uni Eropa (commons.wikimedia.org/Håkan Dahlström from Malmö, Sweden)

Pada Minggu (18/10), Ben-Gvir mengatakan bahwa Kantor Perdana Menteri Israel telah berkomitmen secara resmi kepada sejumlah negara Uni Eropa (UE) bahwa dirinya tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan yang dibentuk Netanyahu. Ia menyebut informasi tersebut telah terverifikasi.

Di sisi lain, Netanyahu membantah berniat menyingkirkan Ben-Gvir dari pemerintahan. Ia justru menyatakan bahwa Ben-Gvir akan memperoleh posisi senior dalam pemerintahan berikutnya.

3. Netanyahu kembali berterima kasih kepada Trump atas dukungannya

Dalam percakapan telepon pada Senin, Netanyahu berterima kasih kepada Trump atas "dukungan luar biasa" menjelang pemilu Israel. Ia kembali menyatakan bahwa Trump adalah sahabat terbaik yang dimiliki Israel di Gedung Putih. Sementara itu, Trump mengatakan dia sendiri yang menulis pernyataan dukungan di Truth Social tersebut. 

"Kita punya pekerjaan yang harus dituntaskan. Anda mengatakannya, dan kita akan menuntaskannya bersama. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya," tutur Netanyahu.

"Anda adalah seorang pejuang, dan kita akan membuktikannya segera. Saya selalu akan melakukannya. Saya pikir Anda akan meraih kemenangan besar. Anda adalah orang yang saya inginkan di sisi saya," balas Trump.

Dalam percakapan tersebut, Netanyahu juga menyebut peluang memperluas kesepakatan perdamaian regional, termasuk Perjanjian Abraham, yang menormalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab dan negara berpenduduk mayoritas muslim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article