Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti wacana pemungutan tarif terhadap kapal di Selat Malaka. Adapun, Gagasan ini mencuat seiring posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi dunia layaknya seperti di Selat Hormuz.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai wacana pemerintah untuk membebankan pajak terhadap kapal yang melintas di Selat Malaka perlu dikaji secara sangat hati-hati dan komprehensif, terutama dari aspek hukum internasional. Sebab Indonesia bisa berisiko buruk bagi Indonesia termasuk kemungkinan diboikot.
"Dampaknya bukan hanya pada reputasi Indonesia, tetapi juga berpotensi memicu respons negatif dari komunitas internasional, termasuk kemungkinan boikot karena dianggap melanggar hukum internasional,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
