Jakarta, IDN Times - Pakistan mengajukan kerangka perdamaian kepada Iran dan Amerika Serikat (AS), membuka kemungkinan gencatan senjata yang bisa segera berlaku. Tapi Iran menegaskan, Selat Hormuz tidak akan dibuka hanya untuk gencatan senjata sementara.
Upaya mengakhiri konflik AS-Israel versus Iran memasuki babak baru.
Al Jazeera, Senin (6/4/2026) melaporkan Pakistan telah menyiapkan sebuah kerangka untuk mengakhiri permusuhan dan menyampaikannya kepada Iran dan Amerika Serikat pada dini hari tadi, berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui proses tersebut.
Kerangka yang disiapkan Pakistan menggunakan pendekatan dua tahap, dimulai dengan gencatan senjata segera, diikuti oleh kesepakatan komprehensif. Sumber tersebut menyebut Pakistan sebagai satu-satunya saluran komunikasi dalam pembicaraan ini, dan hasil kesepakatan awal akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang diselesaikan melalui Islamabad.
Rencana tersebut mencakup komitmen Iran untuk melepaskan pengembangan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Jika kesepakatan tercapai, salah satu dampak langsungnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang selama ini menjadi titik tekanan utama dalam konflik ini.
Namun Iran tidak serta-merta menyambut tawaran itu. Seorang pejabat senior Iran menegaskan, Tehran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hanya demi gencatan senjata sementara, dan memandang Washington belum menunjukkan kesiapan untuk gencatan senjata permanen.
