Viral Kesemutan karena Vitamin B6 Berlebih, Dokter Ingatkan Risikonya

- Video viral di media sosial ungkap efek samping konsumsi vitamin B6 berlebihan, seperti kesemutan dan gangguan saraf, yang muncul akibat penggunaan dosis tinggi tanpa pengawasan medis.
- Dokter menegaskan kebutuhan harian vitamin B6 umumnya terpenuhi dari makanan seimbang, sementara suplemen hanya diperlukan bagi kelompok tertentu dengan kondisi khusus atau risiko kekurangan nutrisi.
- Panel ahli Asia Pasifik merumuskan panduan aman penggunaan vitamin B6, menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, serta pemantauan rutin untuk mencegah efek samping serius.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah video yang menyoroti bahaya konsumsi vitamin B6 secara berlebihan viral di media sosial. Sejumlah pengguna TikTok mengaku mengalami kesemutan, mati rasa, hingga gangguan berjalan setelah rutin mengonsumsi suplemen vitamin dosis tinggi dalam jangka panjang.
Profesor Neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Rizaldy Taslim Pinzon menjelaskan vitamin B6 tetap merupakan nutrisi penting bagi tubuh. Namun, konsumsi berlebihan tanpa pengawasan dapat memicu gangguan saraf, terutama jika digunakan terus-menerus dalam dosis tinggi.
"Meskipun kasus neuropati perifer akibat vitamin B6 tergolong jarang, kesadaran masyarakat terhadap dosis penggunaan semakin meningkat. Hal ini terutama terjadi pada individu yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen secara bersamaan. Gejala awal seperti kesemutan atau mati rasa umumnya bersifat reversibel jika asupan segera disesuaikan." ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
1. Vitamin B6 merupakan nutrisi esensial

Di Indonesia, pengawasan terhadap produk suplemen juga semakin ketat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara aktif mengawasi peredaran produk yang dijual secara daring, guna memastikan keamanan konsumen.
"Vitamin B6 merupakan nutrisi esensial yang berperan penting dalam fungsi saraf, metabolisme, serta sistem kekebalan tubuh," katanya
2. Pastikan vitamin berbasis kebutuhan

Dia menerangkan kebutuhan harian orang dewasa berkisar 1,3–2,0 mg dan pada umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan seimbang, seperti konsumsi daging unggas, ikan, telur, kentang, pisang, serta kacang-kacangan.
Namun, sejumlah kelompok masyarakat seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita penyakit kronis (penyakit ginjal kronis dan diabetes), pengguna obat jangka lama terutama obat TB dan anti konvulsan, serta individu dengan gangguan penyerapan nutrisi, berpotensi memerlukan tambahan asupan melalui suplemen.
“Pendekatan yang tepat bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya berbasis ilmu pengetahuan dan sesuai kebutuhan individu,” ujar Pinzon.
3. Panduan penggunaan vitamin B6 yang aman

Seiring meningkatnya perhatian global terhadap keamanan suplemen vitamin B6, muncul pula sejumlah kesalahpahaman terkait dosis dan risikonya.
Padahal, kekurangan vitamin B6 masih menjadi persoalan di berbagai kelompok berisiko, seperti penderita diabetes, lansia, serta individu dengan ketergantungan alkohol. Oleh karena itu, akses terhadap suplementasi yang tepat tetap dibutuhkan untuk mendukung hasil kesehatan yang optimal.
“Untuk memperkuat penggunaan berbasis bukti, panel ahli multidisiplin dari kawasan Asia Pasifik telah merumuskan panduan penggunaan vitamin B6 yang aman. Panduan ini menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, serta pemantauan yang tepat, baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat,” kata Pinzon.
4. Hentikan penggunaan bila kesemutan

Bagi masyarakat, beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain membaca label dengan cermat, tidak mengonsumsi beberapa produk vitamin B secara bersamaan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ragu terkait dosis atau penggunaan jangka panjang.
"Penggunaan suplemen juga sebaiknya dihentikan dan segera dikonsultasikan apabila muncul gejala seperti kesemutan atau mati rasa," katanya.
Sementara itu, bagi tenaga kesehatan, pendekatan yang dianjurkan meliputi evaluasi faktor risiko individu, pengaturan durasi penggunaan, serta pemantauan berkala terutama pada terapi dosis tinggi. Batas aman konsumsi bagi individu sehat umumnya tidak melebihi 100 mg per hari, sementara penggunaan terapeutik dapat mencapai 600 mg per hari dengan pengawasan ketat tenaga medis.


















