Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paspor Terkuat Dunia 2026: Eropa Berjaya, Singapura Jadi Wakil Asia
ilustrasi traveling bawa paspor (freepik.com/lifestylememory)
  • Eropa mendominasi Global Passport Index 2026 dengan sembilan negara di 10 besar, sementara Singapura menjadi satu-satunya wakil Asia yang berhasil menembus peringkat teratas.
  • Swedia menempati posisi pertama berkat kombinasi mobilitas internasional, daya tarik investasi, dan kualitas hidup tinggi, disusul Swiss, Finlandia, Jerman, Belanda, serta Denmark.
  • Penilaian indeks ini tak hanya soal bebas visa, tapi juga mencakup kualitas hidup, keamanan, iklim ekonomi, dan infrastruktur sosial yang menjadikan Eropa unggul secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Paspor bukan lagi sekadar dokumen untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, kekuatan sebuah paspor juga mencerminkan kemudahan mobilitas, kualitas hidup, hingga daya tarik sebuah negara bagi investor. Itulah alasan mengapa Global Passport Index (GPI) 2026 menjadi salah satu acuan yang menarik untuk melihat negara mana yang memiliki paspor paling kuat di dunia.

Hasilnya menunjukkan dominasi Eropa yang begitu mencolok, sementara Singapura menjadi satu-satunya negara Asia yang berhasil menembus 10 besar. Kalau kamu penasaran mengapa hasilnya bisa seperti itu, berikut fakta-fakta menarik yang perlu diketahui.

1. Eropa mendominasi daftar paspor terkuat dunia

ilustrasi Singapura (pexels.com/Virginia Chien)

Global Passport Index 2026 menempatkan sembilan negara Eropa di dalam daftar 10 paspor terkuat dunia. Hanya Singapura yang berhasil mematahkan dominasi tersebut dengan menempati posisi ke-10. Hasil ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa masih unggul dalam berbagai aspek yang dinilai oleh indeks tersebut.

Berbeda dengan indeks paspor lain yang hanya menghitung jumlah negara bebas visa, Global Passport Index menggunakan penilaian yang lebih luas. Selain akses perjalanan internasional, indeks ini juga mempertimbangkan kualitas hidup, daya tarik investasi, sistem perpajakan, inovasi, daya saing ekonomi, layanan kesehatan, keamanan, iklim, hingga infrastruktur sosial. Pendekatan inilah yang membuat hasil pemeringkatannya terlihat berbeda dibanding beberapa indeks paspor lainnya.

2. Kekuatan Eropa bukan hanya soal bebas visa

ilustrasi negara Swiss (pexels.com/OMID VISUALS)

Menurut Patricia Casaburi selaku CEO Global Citizen Solutions, keunggulan negara-negara Eropa bukan hanya berasal dari kemudahan bepergian ke berbagai negara. Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama kawasan ini justru berasal dari keseimbangan antara mobilitas global dan kualitas hidup yang tinggi. Kondisi tersebut membuat negara-negara Eropa dinilai memiliki keunggulan yang lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan akses bebas visa semata.

Singapura memang memiliki akses perjalanan bebas visa yang bahkan melampaui banyak negara Eropa. Namun, negara-negara Eropa dinilai mampu menawarkan kombinasi yang lebih lengkap karena masyarakatnya juga menikmati kualitas hidup yang sangat baik. Faktor inilah yang membuat Eropa mampu menguasai posisi teratas dalam Global Passport Index 2026.

3. Swedia berhasil menjadi pemegang paspor terkuat

ilustrasi Swedia, Eropa, taman bermain (pexels.com/Nik Nikolla)

Swedia keluar sebagai pemuncak dalam pemeringkatan tahun 2026. Negara ini memperoleh nilai tinggi berkat kombinasi mobilitas internasional yang kuat, daya tarik investasi yang kompetitif, serta kualitas hidup yang termasuk terbaik di dunia. Perpaduan berbagai faktor tersebut membuat Swedia berhasil mengungguli negara-negara lain.

Di bawah Swedia terdapat Swiss dan Finlandia yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Jerman berada di peringkat keempat, sedangkan Belanda dan Denmark berbagi posisi kelima. Daftar 10 besar kemudian dilengkapi oleh Irlandia, Inggris, Norwegia, dan Singapura sebagai satu-satunya wakil dari Asia.

4. Inggris dan Amerika Serikat mengalami tantangan tersendiri

ilustrasi London, Inggris, Eropa (pexels.com/Amandeep Singh)

Meski masih bertahan di posisi kedelapan, Inggris menghadapi tantangan yang cukup berbeda dibanding negara Eropa lainnya. Patricia Casaburi menjelaskan bahwa dampak Brexit masih terasa terhadap kekuatan paspor Inggris, terutama dalam aspek mobilitas. Walaupun warga Inggris masih dapat menikmati akses bebas visa ke banyak negara, mereka sudah gak lagi memiliki hak otomatis untuk tinggal, bekerja, dan menetap di negara-negara Uni Eropa seperti sebelumnya.

Sementara itu, Amerika Serikat belum berhasil kembali ke posisi puncak setelah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat menjadi negara dengan skor tertinggi pada 2021, posisinya turun hingga peringkat ke-14 pada 2025 sebelum naik sedikit ke peringkat ke-12 pada 2026. Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut adalah kembali diberlakukannya persyaratan visa oleh beberapa negara, termasuk Brasil, bagi warga Amerika Serikat.

5. Daftar 10 paspor terkuat dunia tahun 2026

ilustrasi Jerman, Eropa (pexels.com/Сокіл Sokil)

Kalau kamu penasaran negara mana saja yang berhasil masuk ke daftar elite tahun ini, berikut urutannya berdasarkan Global Passport Index 2026:

  1. Swedia

  2. Swiss

  3. Finlandia

  4. Jerman

  5. Belanda

  6. Denmark

  7. Irlandia

  8. Inggris

  9. Norwegia

  10. Singapura

Daftar tersebut menunjukkan bahwa Eropa masih menjadi kawasan dengan performa terbaik dalam hal kekuatan paspor secara keseluruhan. Singapura pun membuktikan bahwa negara Asia tetap mampu bersaing di level tertinggi berkat akses perjalanan internasasional yang sangat luas dan berbagai keunggulan lainnya.

Global Passport Index 2026 memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah paspor kini gak hanya diukur dari banyaknya negara yang bisa dikunjungi tanpa visa. Faktor seperti kualitas hidup, daya tarik investasi, keamanan, hingga kondisi sosial ikut menjadi penilaian penting yang menggambarkan daya saing sebuah negara secara menyeluruh.

Dominasi Eropa tahun ini menunjukkan keberhasilan kawasan tersebut dalam menjaga keseimbangan di berbagai aspek, sementara Singapura berhasil menjadi bukti bahwa Asia juga memiliki negara yang mampu bersaing di papan atas. Menarik untuk melihat apakah pada pemeringkatan berikutnya akan ada negara lain yang mampu menggeser dominasi Eropa atau justru mempertahankan tren yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article