Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PBB Kecam Serangan Houthi ke Bandara Arab Saudi
potret Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (flickr.com/U.S. Mission Photo by Eric Bridiers via commons.wikimedia.org/U.S. Mission Photo by Eric Bridiers)
  • PBB mengecam serangan Houthi pada 10 Oktober 2026 ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang disebut Guterres melanggar hukum internasional karena menyasar fasilitas publik.
  • Otoritas Arab Saudi melaporkan 12 orang dari berbagai negara tewas dan 309 lainnya terluka, termasuk satu korban kritis, serta sejumlah fasilitas bandara mengalami kerusakan.
  • Bandara King Khalid ditutup sementara untuk mengantisipasi serangan lanjutan, sementara maskapai dari sejumlah negara menunda atau membatalkan penerbangan akibat situasi yang belum kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan terbaru Houthi ke Bandara Internasional King Khalid yang ada di Kota Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026) siang waktu setempat. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengaku terkejut mendengar kabar serangan Houthi ke bandara tersebut. Sebab, serangan itu menewaskan dan melukai banyak orang. 

Pada Kamis (8/10/2026) lalu, Houthi juga menyerang Bandara King Khalid. Ketika itu, serangan tersebut menewaskan 3 orang dan melukai 7 lainnya. Selain itu, serangan juga menimbulkan kebakaran hebat dan merusak pesawat maskapai Arab Saudi Airline yang sedang terparkir di bandara.

1. Guterres menyebut serangan Houthi melanggar hukum internasional

potret Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (panoramio.com/liton islam via commons.wikimedia.org/liton islam)

Dalam pernyataannya, Guterres mengatakan, serangan Houthi ke Bandara King Khalid merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Sebab, serangan tersebut menyasar fasilitas publik yang menyangkut hidup orang banyak. Oleh karena itu, Guterres mendesak Houthi untuk segera menghentikan serangannya ke Arab Saudi. 

“Saya sangat terkejut dan mengutuk keras serangan mematikan yang dilakukan Houthi pada hari Sabtu di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai ratusan warga sipil. Sekretaris Jenderal PBB Guterres mengutuk serangan Houthi di bandara Riyadh, Arab Saudi," tulis Guterres dalam sebuah unggahan media sosial X pada Sabtu, seperti dikutip Anadolu Agency.

2. Korban tewas imbas serangan Houthi berasal dari berbagai negara

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) dalam keterangannya pada Minggu (11/10/2026) menjelaskan, 12 korban tewas imbas serangan Houthi di Bandara King Khalid berasal dari berbagai negara. Sebanyak 4 korban berasal dari Arab Saudi, 2 orang dari Bangladesh, 1 orang dari Amerika Serikat (AS), 1 orang Mesir, 1 orang Yordania, 1 orang Suriah, 1 orang Palestina, dan 1 orang lagi berasal dari Sudan.

“Serangan tersebut juga melukai 309 orang. Satu di antaranya saat ini dalam kondisi kritis. Semua korban luka saat ini sudah mendapatkan perawan intensif di sejumlah rumah sakit (yang ada di Arab Saudi). Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada semua korban tewas dan semua korban luka diharapkan segera pulih. Serangan tersebut juga merusak berbagai fasilitas,” demikian bunyi pernyataan resmi GACA dilansir ANI News.

3. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangannya ke Bandara King Khalid

potret pesawat maskapai Iran (pexels.com/Alireza Akhlaghi)

GACA menambahkan, serangan terbaru Houthi memaksa pihaknya untuk menutup Bandara King Khalid sementara waktu. Langkah ini dilakukan untuk menghindari bahaya serangan lanjutan dari milisi Yaman tersebut. 

Imbas serangan ini, sejumlah maskapai penerbangan dari berbagai negara, seperti dari AS, Spanyol, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang memutuskan untuk menunda dan membatalkan penerbangannya ke Bandara King Khalid. Sebab, situasi saat ini masih tidak kondusif karena serangan Houthi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article