Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Siapkan Opsi Militer?

2 min read
Trump Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Siapkan Opsi Militer?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/WhiteHouse)
  • Serangan di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

  • Donald Trump mempertimbangkan opsi AS bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Houthi dan kembali menyerang Iran.

  • Aktivitas bandara sempat terhenti, sementara GACA masih mendata kerusakan dan jumlah keseluruhan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya. Trump menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (11/10/2026), Trump juga mempertimbangkan kemungkinan AS bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman. Selain itu, ia membuka kemungkinan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

“Orang Saudi adalah pejuang yang hebat, tetapi menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan,” ujar Trump.

  1. 1. Trump pertimbangkan serangan terhadap Houthi dan Iran

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/WhiteHouse)

    Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan terhadap bandara di Riyadh. Meski mengecam insiden tersebut, Trump belum menyatakan keputusan final mengenai kemungkinan operasi militer baru.

    Trump mempertimbangkan opsi bagi AS untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam menyerang Houthi, kelompok bersenjata yang beroperasi di Yaman dan bersekutu dengan Iran. Ia juga membuka kemungkinan dimulainya kembali serangan AS terhadap Iran.

    Namun, belum ada kepastian mengenai langkah militer yang akan diambil Washington setelah serangan di Riyadh. Kelompok Houthi juga belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

  2. 2. Warga AS tewas dalam serangan bandara Riyadh

    Arab Saudi, Houthi
    Ilustrasi Bandara Internasional King Khalid yang terletak di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. (Dokumentasi Bandara Riyadh)

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi seorang warga negara Amerika tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid.

    Secara keseluruhan, serangan pada Sabtu (10/10/26) tersebut menewaskan 12 orang. Delapan korban di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara.

    Otoritas bandara Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) merinci delapan korban WNA tersebut terdiri dari dua warga Bangladesh serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

  3. 3. Lebih dari 300 orang terluka, aktivitas bandara sempat terhenti

    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)
    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)

    Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 300 orang terluka. Sejumlah korban mengalami luka parah dan berada dalam kondisi kritis. Mereka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar bandara.

    Insiden itu juga membuat aktivitas di Bandara Internasional King Khalid terhenti sementara. GACA menyatakan pihak berwenang masih mendata kerusakan serta jumlah keseluruhan korban akibat serangan tersebut.

    Serangan di Riyadh itu merupakan insiden ketiga dalam sepekan terakhir. Dalam dua serangan sebelumnya, empat orang dilaporkan tewas. Situasi keamanan tersebut menjadi perhatian karena Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi dalam waktu dekat.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More