Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemimpin Militer Uganda Ancam Putus Relasi dengan Turki, Kenapa?
ilustrasi bendera Uganda. (Unsplash/Roman Derrick Okello)
  • Muhoozi Kainerugaba, pemimpin militer Uganda sekaligus putra Presiden Museveni, mengancam memutus hubungan diplomatik dengan Turki dalam 30 hari dan memblokir seluruh penerbangan terkait.
  • Kainerugaba menuding Turki diuntungkan dari proyek infrastruktur di Somalia serta menuntut kompensasi keamanan senilai 1 miliar dolar AS sambil melontarkan pernyataan kontroversial di media sosial.
  • Ia juga menyatakan dukungan penuh kepada Israel dengan rencana mengirim 100 ribu tentara Uganda, sementara netizen Turki membalas keras ucapannya yang memperburuk ketegangan kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Militer Uganda, Muhoozi Kainerugaba mengatakan akan memutus hubungan diplomatik dengan Turki. Anak dari Presiden Uganda, Yoweri Museveni itu menyebut pemutusan akan dilakukan dalam 30 hari. 

“Kami akan memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Turki dalam kurun waktu 30 hari. Kami juga kana memblokir penerbangan dari dan ke Turki,” ungkapnya, dilansir dari Business Insider Africa, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, Kainerugaba sudah mengungkapkan dukungan kepada Israel untuk melawan Iran. Ia bahkan menyebut, tentara Uganda mungkin akan ikut dalam operasi militer di Iran. 

1. Sebut Turki diuntungkan dari infrastruktur di Somalia

Selain mengancam lewat akun sosial medianya, Kainerugaba juga mendesak Turki untuk memberikan dividen keamanan sebesar 1 miliar dolar AS (Rp17 triliun). Ia pun meminta agar Turki menyerahkan perempuan paling cantik untuk jadi istrinya.  

Dilansir Hindustan Times, pemimpin militer Uganda itu menuding Turki diuntungkan dari infrastruktur dan pelabuhan di Somalia. Di sisi lain, pasukan Uganda harus menghabiskan waktu hampir 2 dekade untuk melawan kelompok militan Al-Shabab. 

2. Tawarkan kirim 100 ribu tentara Uganda ke Israel

Kainerugaba juga menyatakan akan mengirimkan 100 ribu personel militer Uganda ke Israel. Ia menyebut Uganda akan ikut membantu Israel dalam mempertahankan teritorinya. 

Pernyataan kontroversial Kainerugaba ini bukan kali pertama. Pada 2022, ia sudah mengatakan akan menginvasi Kenya dan merebut Nairobi dalam waktu 2 pekan. Insiden ini memicu reaksi negatif dan ayahnya terpaksa meminta maaf kepada publik. 

3. Netizen Turki balas ucapan Kainerugaba

Mendengar pernyataan kontroversial Kainerugaba, netizen Turki membalas dan menyerang akunnya. Sejumlah pengguna media sosial di Turki juga bertanya-tanya apa di balik ancaman Kainerugaba terhadap Turki, dilansir Daily Sabah.  

Hubungan Uganda dan Turki menegang mengenai penolakan Turki memulangkan tokoh oposisi pemerintah Fred Lumbuye. Selain itu, Turki sudah mengekspansi pengaruh militer dan diplomatiknya di Afrika Timur, terutama di Somalia dan Ethiopia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team