mausoleum bapak pendiri Republik China, Sun Yat-sen, di Nanjing (Jason Zhang, CC0, via Wikimedia Commons)
Cheng meletakkan karangan bunga di mausoleum bapak pendiri Republik China, Sun Yat-sen, di Nanjing pada Rabu (8/4/2026). Ia memuji nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan persatuan yang diwariskan oleh tokoh revolusioner tersebut.
Pemimpin oposisi Taiwan itu juga memberikan apresiasi terhadap pesatnya kemajuan pembangunan di daratan China. Ia menekankan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bukan hanya Taiwan yang secara sepihak mengharapkan perdamaian.
Cheng menilai setiap peluang harus dimanfaatkan demi mencegah Taiwan hancur akibat perang. Ia menegaskan komitmen partainya untuk terus membangun rasa saling percaya antara kedua belah pihak secara bertahap.
"Kita harus bekerja sama mempromosikan rekonsiliasi dan persatuan lintas selat demi menciptakan kemakmuran regional dan perdamaian," tutur Cheng, dilansir Al Jazeera.
Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China merespons positif dan menyambut baik lawatan ini. Mereka meyakini kunjungan Cheng akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pemeliharaan perdamaian di kawasan.