Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemukim Israel Serang Sejumlah Pejabat Eropa yang Datang ke Tepi Barat
Pemukim Israel yang sedang bersiap melakukan serangan. (commons.wikimedia.org/Mediterranea Saving Humans)
  • Pemukim Israel menyerang rombongan diplomat Prancis, Belgia, Polandia, dan wali kota Prancis di Taybeh, Tepi Barat, saat menuju perkebunan zaitun Palestina.
  • Sekitar sepuluh penyerang dari tujuh pos pemukiman merusak mobil rombongan hingga kacanya pecah; dua warga Palestina terluka, sementara seluruh diplomat berhasil selamat.
  • Belgia mengecam serangan terhadap diplomatnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan berjanji menjatuhkan sanksi kepada pelaku yang terlibat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemukim Israel dilaporkan menyerang sejumlah pejabat dari negara Eropa yang sedang berkunjung ke Kota Taybeh di Tepi Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026) kemarin. Beruntungnya, para pejabat tersebut kini dalam keadaan baik tanpa kurang sedikit pun.   

Wali Kota Taybeh, Suleiman Khoury, menjelaskan, pejabat Eropa yang diserang penduduknya terdiri dari diplomat dari konsulat Prancis dan Belgia, seorang wali kota dari Prancis, serta seorang perwakilan resmi Polandia di Palestina. Suleiman mengatakan, mereka semua datang untuk menghadiri perjanjian kerja sama antara Kota Taybeh dengan Kota Aulnoye-Aymeries di Prancis. 

1. Pemukim Israel menyerang para pejabat Eropa secara brutal

Pemukim Israel yang ditemani tentara sedang mengintimidasi petani Palestina di Hebron Selatan, Tepi Barat. (commons.wikimedia.org/Basel al-’Adrah)

Usai menghadiri acara tersebut, para pejabat dari Prancis, Belgia, dan Polandia tadi langsung menuju ke perkebunan Zaitun milik warga Palestina menggunakan mobil. Sebab, para diplomat tersebut ingin menyaksikan warga Palestina yang sedang memanen Zaitun di sana. Mereka juga ditemani sejumlah warga Palestina saat menuju ke perkebunan. 

Sayangnya, di tengah perjalanan, sejumlah pemukim Israel tiba-tiba menyerang para pejabat dan warga Palestina yang mendampingi mereka. Para pemukim secara brutal menyerang mobil mereka hingga kacanya pecah. Untuk menghindari konflik lebih lanjut, mereka akhirnya berbalik arah dan mengurungkan niatnya untuk mengunjungi perkebunan Zaitun milik warga Palestina di Tepi Barat.

2. Ada sepuluh pemukim yang menyerang pejabat Eropa di Tepi Barat

potret peta wilayah Tepi Barat (commons.wikimedia.org/B1mbo)

Menurut Khoury, pemukim Israel yang menyerang para pejabat Eropa tadi berjumlah sepuluh orang. Khoury menjelaskan, para penyerang datang dari tujuh pos pemukiman yang ada di Taybeh. Mereka datang dengan mengendarai traktor. Dua warga Palestina dikabarkan terluka akibat serangan tersebut. Sementara itu, semua diplomat dikabarkan selamat karena berhasil melarikan diri dari serangan. 

Bernard Baudoux, Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis, yang menjadi salah satu pejabat yang berkunjung ke Tepi Barat menyalahkan Pemerintah Israel atas serangan yang dilakukan para pemukimnya. Sebab, menurutnya, serangan itu bisa terjadi lantaran Tel Aviv tidak pernah menghukum para pemukim yang tinggal di Tepi Barat karena sudah melakukan tindakan anarkis.  

"Saya pikir, jika para pemukim berperilaku seperti ini, itu menunjukkan adanya toleransi dari pihak Pemerintah Israel," kata Baudoux. 

3. Belgia mengecam serangan pemukim Israel terhadap diplomatnya di Tepi Barat

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot sedang melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski. (commons.wikimedia.org/Council of Ministers of the Republic of Poland)

Pemerintah Belgia juga mengecam serangan brutal yang dilakukan pemukim Israel kepada diplomatnya yang sedang berkunjung ke Tepi Barat. Mereka berjanji akan memberikan sanksi kepada semua pemukim Israel yang terlibat dalam serangan tersebut. Sebab, serangan terhadap diplomat merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. 

“Seorang walikota Prancis diserang dan sebuah kendaraan Belgia rusak. Memanen zaitun, meliput berita, atau menjalankan tugas diplomatik seharusnya tidak pernah menempatkan siapa pun dalam risiko serangan,” kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, dilansir The New Arab. 

Pemukim Israel memang sering melakukan pemberontakan kepada pejabat asing yang datang ke Tepi Barat. Selain itu, mereka juga sering menyerang bahkan dengan tega membunuh warga Palestina yang tinggal di sana. Serangan ini sebetulnya sudah dikecam banyak pihak. Namun, para pemukim tetap saja melakukan hal serupa berulang kali hingga saat ini.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article