Netanyahu Peringatkan Palestina agar Tidak Serang Israel saat Pemilu

- Benjamin Netanyahu memperingatkan Palestina agar tidak menyerang Israel selama pemilu parlemen, sembari menyatakan kesiapan menghadapi berbagai skenario ancaman.
- Netanyahu meminta pengamanan perbatasan Tepi Barat, operasi di desa Palestina, serta mengkritik pemulangan warga dari kamp penampungan yang ia tuduh sebagai teroris.
- Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam perang terhadap Otoritas Palestina bila terjadi insiden, sementara Netanyahu menekankan pentingnya mempertahankan identitas Yahudi Israel.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan kepada Palestina untuk tidak mengganggu pemilihan umum (pemilu) parlemen. Menurutnya, musuh berniat menguji Israel dengan meluncurkan serangan saat pemilu.
“Kami mempersiapkan untuk segala skenario. Termasuk menyiapkan pencegahan penggunaan sistem persenjataan yang dapat berbalik menyerang kami,” terangnya, dikutip dari DPA International, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, konflik dengan Palestina menjadi isu kunci kampanye politik di Israel saat ini. Politikus sayap kanan berusaha mendapatkan simpati publik dengan merespons keras Palestina.
1. Kritik Kejaksaan Agung soal pemulangan warga Palestina

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy) Netanyahu juga mengungkapkan agar polisi dan personel keamanan Israel menjaga perbatasan di Tepi Barat. Selain itu, mendorong operasi di desa-desa Palestina dan menangkap terduga teroris, beserta senjata.
Dilansir i24 News, PM Israel itu juga mengkritik Kejaksaan Agung Israel yang memperbolehkan pulang warga Palestina di tiga kamp penampungan. Menurutnya, warga Palestina tersebut adalah teroris yang menyamar sebagai warga sipil.
Netanyahu juga berjanji bahwa IDF akan mengambil kontrol di area tersebut. Menurutnya, tidak akan ada tentara Arab di bagian barat Yordania dan akan dikontrol sepenuhnya oleh IDF.
2. Tak segan mendeklarasikan perang dengan Otoritas Palestina

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/muaaz) Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa negaranya memiliki musuh baru. Menuruntya, personel keamanan Otoritas Palestina bisa menjadi ancaman kepada komunitas Yahudi dan pasukan IDF di Judea dan Samaria.
“Jika terjadi insiden, kami akan mendeklarasikan perang kepada Otoritas Palestina dan IDF akan meluncurkan serangan skala besar sesuai dengan rencana struktural dan sesuai prinsip dari IDF,” tegasnya.
3. Netanyahu dukung identitas Yahudi Israel

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/altman) Sehari sebelumnya, Netanyahu menekankan soal pentingnya menjaga identitas dan karakter Yahudi Israel. Ia menyebut, langkah itu penting sebagai upaya pertahanan hidup warga Yahudi.
“Tanpa identitas Yahudi, kita tidak akan eksis? Apa yang kami lakukan di sini? Apakah akan menjadi Denmark atau Swedia? Swedia sudah menjadi sebuah negara yang terislamisasi,” ujarnya, dikutip dari Democrata.



















