Ilustrasi suasana kota Seoul di Korea Selatan pada malam hari. (pexels.com/Ethan Brooke)
Dilansir BBC, serangan itu terjadi di negara yang dikenal dengan standar keamanan publik yang tinggi. Menurut Badan Statistik Korea, Negeri Ginseng mencatat sekitar 0,5 kasus pembunuhan per 100 ribu penduduk pada 2024. Angka tersebut sekitar sepersepuluh dari rata-rata global. Namun, masyarakat belakangan ini diresahkan oleh maraknya aksi kekerasan acak.
Insiden terbaru di Incheon menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang kembali menjadi perhatian masyarakat dan aparat keamanan Korsel. Pada 2023, Korsel diguncang oleh serangkaian penusukan, termasuk serangan yang menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka. Serangan semacam itu yang dikenal sebagai kejahatan Mudjima atau 'Jangan Tanya Mengapa'. Istilah tersebut merujuk pada tindakan kekerasan terhadap orang asing tanpa hubungan atau motif yang jelas.
Pada Mei 2026, seorang perempuan berusia 17 tahun tewas ditikam dan seorang remaja lainnya terluka di Gwangju, Korsel bagian barat daya. Pelaku adalah seorang laki-laki berusia 20-an, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan, dikutip dari The Straits Times.