ilustrasi tim penyelamat pasca bencana (pexels.com/samimibirfotografci)
Terjangan air dan lumpur merusak fasilitas publik secara masif di sepanjang aliran sungai. Dilansir The Kathmandu Post via Asia News Network, banjir bandang menghancurkan sembilan proyek pembangkit listrik tenaga air, sembilan kantor cabang bank komersial, 19 jembatan yang dapat dilalui kendaraan, serta merusak 40 kilometer jalan raya.
Kepala Kantor Bea Cukai Rasuwa, Rajendra Dhungana, menceritakan kepanikan saat air bah menghantam kawasan pasar. "Banjir itu datang seperti gelombang setinggi hampir 100 meter dan menerjang pasar," kata Dhungana kepada The Kathmandu Post. "Dalam sekejap, pasar itu lenyap."
Hingga saat ini, sebanyak 391 warga negara asing dan 44 personel keamanan dilaporkan belum ditemukan. Korban hilang asal luar negeri tersebut mencakup 133 peziarah asal India, 47 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, 24 warga Kanada, sembilan pekerja proyek hidro asal Korea Selatan, serta beberapa warga Malaysia dan Afrika Selatan.
Dampak luapan air juga meluas hingga ke negara tetangga, India. Otoritas Negara Bagian Bihar di India terpaksa mengungsikan sekitar lima ribu warga di kawasan dataran rendah setelah peringatan bahaya banjir dikeluarkan.