Penyebab Banjir Nepal Diselidiki, Diduga Lahir dari Bendungan Alami

- Luapan Sungai Budhi Gandaki memicu banjir bandang dan longsor di Gorkha, Nepal, memutus Sirkuit Manaslu, menjebak ratusan orang, serta menyebabkan lima warga masih hilang.
- Lebih dari 200 rumah rusak, 12 rumah dan jembatan gantung hanyut, sementara gangguan listrik, komunikasi, serta akses darat mendorong evakuasi melalui udara.
- Penyebab banjir masih diselidiki; ahli menduga bendungan alami akibat longsor jebol atau terjadi luapan es di hulu, setelah stasiun hidrologi tersapu banjir.
Jakarta, IDN Times – Luapan Sungai Budhi Gandaki memicu banjir bandang dan tanah longsor di Distrik Gorkha, Nepal, pada Minggu (11/10/2026). Bencana yang terjadi menjelang festival Dashain tersebut memutus jalur pendakian Sirkuit Manaslu sehingga ratusan warga dan pendaki asing terjebak di kawasan itu.
Menurut media lokal Online Khabar pada Senin (12/10/2026), longsor di antara Lokpa dan Chumling menyumbat aliran sungai hingga air meluap ke wilayah hilir. Mengutip laporan BBC, aparat telah menyelamatkan 95 orang, termasuk sembilan warga negara asing, sementara lima warga desa yang terdiri dari tiga pria dan dua perempuan masih hilang.
1. Banjir merusak ratusan rumah dan fasilitas umum

ilustrasi bangunan rusak akibat banjir (pexels.com/Sohan Rahat) Bencana tersebut menimbulkan kerusakan pada permukiman dan infrastruktur penting di Distrik Gorkha. Data Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Penanggulangan Bencana (NDRRMA) mencatat lebih dari 200 rumah rusak dan 650 orang terdampak, sedangkan 12 rumah serta sejumlah jembatan gantung hanyut terbawa arus.
Kerusakan juga terjadi pada jaringan komunikasi dan kelistrikan, termasuk dua menara telepon, 50 tiang listrik, serta sebagian instalasi pembangkit listrik tenaga air. Terputusnya akses darat ke sejumlah permukiman membuat proses evakuasi mengandalkan jalur udara, dengan 437 personel keamanan dan empat helikopter militer dikerahkan ke lokasi, menurut seorang pejabat lokal kepada The Kathmandu Post.
2. Pendaki dan warga mengungsi ke tempat lebih aman

ilustrasi pendaki gunung (pexels.com/Priya) Sejumlah penyintas masih bertahan di tengah terbatasnya kebutuhan dasar dan ancaman banjir susulan. Md Shahadat Hossain, pendaki asal Bangladesh yang berada di Desa Jagat, menceritakan kondisi rombongannya kepada Anadolu Agency.
“Kami telah terjebak di Jagat sejak kemarin. Banjir bandang turun dari atas desa dan mengalir melalui bagian bawahnya. Kami safe, tetapi tidak ada listrik sejak kemarin, komunikasi dengan dunia luar terputus, dan persediaan makanan berangsur-angsur menipis,” kata Hossain.
Sementara itu, warga setempat bergegas menuju dataran yang lebih tinggi untuk menghindari luapan sungai. Ganesh Karki, warga Jagatbagar, mengatakan dirinya bersama penduduk lain mengungsi sejauh 500 meter ke hutan perbukitan setelah menerima peringatan dini.
“Kami tidak pernah membayangkan banjir sebesar ini. Air meluap selama sekitar 15 menit dan kemudian berhenti berulang kali sepanjang pagi. Kami takut untuk kembali ke rumah pada malam hari,” ujar Karki.
3. Ahli menyelidiki penyebab luapan sungai Budhi Gandaki

potret Sungai Budhi Gandaki (Gaurav_Dhwaj_Khadka, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Penyebab pasti banjir masih diteliti oleh para ahli. Ahli meteorologi pemerintah Nepal, Binod Parajuli, menjelaskan bahwa stasiun hidrologi di lokasi telah tersapu banjir sehingga tak ada data resmi yang terekam; bencana tersebut diduga berkaitan dengan jebolnya bendungan alami akibat longsor atau luapan es di hulu.
Skala banjir kali ini dinilai lebih kecil dibandingkan bencana pada Agustus lalu di perbatasan Nepal-China, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di dekat Gunung Lantang Lirung. Bencana berulang itu turut memengaruhi kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, sementara Direktur organisasi Penyelamatan Anak-Anak (STC) di Nepal, Tara Chettry, menyatakan bahwa tim darurat telah dikerahkan dan anak-anak kembali menghadapi kehancuran kehidupan sebelum pulih sepenuhnya dari trauma banjir pada Agustus.























