Jakarta, IDN Times - Pemerintah Meksiko menerima opsi penempatan skuad Timnas Iran selama gelaran Piala Dunia 2026. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang ikut berdampak pada aspek logistik turnamen.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut permintaan tersebut datang langsung dari FIFA, yang mencari alternatif lokasi penginapan bagi Iran selama berada di Amerika Utara.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Namun, seluruh laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles dan Seattle.
Di tengah situasi politik yang masih tegang, FIFA meminta Meksiko menjadi solusi tempat tinggal agar operasional tim Iran tetap berjalan tanpa hambatan.
Claudia Sheinbaum mengonfirmasi, FIFA telah meminta agar Iran dapat bermalam di wilayah Meksiko selama turnamen berlangsung.
“Mereka bertanya kepada kami, ‘Bisakah mereka bermalam di Meksiko?’ Dan kami menjawab, ‘Ya. Tidak masalah. Kami tidak punya masalah,’” kata Sheinbaum dikutip dari UPI, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi pemerintah Meksiko menolak permintaan tersebut. Menurutnya, keputusan ini murni bersifat operasional demi mendukung kelancaran turnamen global.
“Kami tidak punya alasan untuk menolak kemungkinan mereka tinggal di Meksiko. Jadi, ya, kami memberikan opsi itu,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan fleksibilitas Meksiko dalam mendukung penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah dinamika politik internasional.
