Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Piala Dunia 2026: Meksiko Izinkan Timnas Iran Tinggal di Tijuana
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (EneasMx, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

  • Pemerintah Meksiko menyetujui permintaan FIFA untuk menampung Timnas Iran di Tijuana selama Piala Dunia 2026, sebagai solusi atas ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Tijuana dipilih karena lokasinya strategis di perbatasan AS, memudahkan mobilitas tim Iran menuju Los Angeles dan Seattle, sementara AS tetap mengizinkan mereka bertanding tanpa bermalam di wilayahnya.
  • Keputusan ini muncul di tengah hubungan tegang Washington–Teheran yang sempat mengancam kelancaran logistik turnamen, menjadikan Meksiko pihak penengah agar partisipasi Iran tetap berjalan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Meksiko menerima opsi penempatan skuad Timnas Iran selama gelaran Piala Dunia 2026. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang ikut berdampak pada aspek logistik turnamen.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut permintaan tersebut datang langsung dari FIFA, yang mencari alternatif lokasi penginapan bagi Iran selama berada di Amerika Utara.

Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Namun, seluruh laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles dan Seattle.

Di tengah situasi politik yang masih tegang, FIFA meminta Meksiko menjadi solusi tempat tinggal agar operasional tim Iran tetap berjalan tanpa hambatan.

Claudia Sheinbaum mengonfirmasi, FIFA telah meminta agar Iran dapat bermalam di wilayah Meksiko selama turnamen berlangsung.

“Mereka bertanya kepada kami, ‘Bisakah mereka bermalam di Meksiko?’ Dan kami menjawab, ‘Ya. Tidak masalah. Kami tidak punya masalah,’” kata Sheinbaum dikutip dari UPI, Selasa (26/5/2026).

Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi pemerintah Meksiko menolak permintaan tersebut. Menurutnya, keputusan ini murni bersifat operasional demi mendukung kelancaran turnamen global.

“Kami tidak punya alasan untuk menolak kemungkinan mereka tinggal di Meksiko. Jadi, ya, kami memberikan opsi itu,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan fleksibilitas Meksiko dalam mendukung penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah dinamika politik internasional.

1. TTijuana jadi basis strategis Timnas Iran di Piala Dunia

Pemandangan Kota Tijuana (Wikimedia Commons)

FIFA telah menetapkan Centro Xoloitzcuintle di Tijuana sebagai pusat latihan resmi Timnas Iran selama turnamen.

Tijuana dipilih karena letaknya yang strategis di perbatasan Amerika Serikat, tepat di selatan California. Lokasi ini dinilai memudahkan mobilitas menuju stadion pertandingan Iran di Los Angeles.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menyebut pemindahan basis dari Tucson, Arizona, ke Tijuana memberikan keuntungan signifikan secara logistik.

“Ini adalah keuntungan yang sangat baik,” kata Taj.

Ia menjelaskan, perjalanan dari Tijuana ke Los Angeles hanya sekitar 55 menit menggunakan jalur udara. Hal ini dianggap lebih efisien dibanding rencana awal yang sempat menggunakan Tucson sebagai markas tim.

2. AS tetap izinkan Timnas Iran bertanding

Momen tim sepak bola nasional Iran merayakan kesuksesan lolos ke Piala Dunia. (fifa.com)

Meski tidak mengizinkan Iran menginap di wilayahnya, Amerika Serikat tetap memberikan akses penuh bagi Timnas Iran menjalani pertandingan resmi.

Claudia Sheinbaum memastikan para pemain Iran tetap dapat keluar-masuk Amerika Serikat hanya untuk bertanding, sebelum kembali ke Meksiko setelah laga selesai.

“Para pemain Iran akan tinggal di Tijuana dan akan diizinkan bepergian ke Amerika Serikat untuk pertandingan mereka,” ujar Sheinbaum.

Ia menambahkan pengaturan tersebut masih terus dikaji bersama perwakilan pemerintah Meksiko dan FIFA. Menurut Sheinbaum, proses koordinasi dilakukan Senator Gabriela Cuevas yang menjadi perwakilan Meksiko untuk penyelenggaraan Piala Dunia serta Menteri Pariwisata Josefina Rodriguez Zamora.

Keduanya disebut bekerja sama dengan FIFA untuk memastikan seluruh pengaturan berjalan sesuai kebutuhan keamanan dan operasional turnamen.

3. Dampak situasi politik antara AS-Iran

pertandingan sepak bola Piala Dunia Qatar 2022 antara Iran dan Wales (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand)

Iran dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026. Dua pertandingan pertama akan digelar di Los Angeles dan satu laga lainnya di Seattle.

Timnas Iran akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni di Los Angeles. Setelah itu, Iran dijadwalkan bertemu Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Ketidakpastian terkait tempat tinggal tim Iran sebelumnya menjadi perhatian karena hubungan antara Washington dan Teheran terus memanas sejak konflik pecah beberapa bulan lalu.

Situasi tersebut turut berdampak pada berbagai aspek internasional, termasuk penyelenggaraan ajang olahraga global seperti Piala Dunia. Keputusan Meksiko menerima tim Iran dinilai menjadi solusi praktis agar Iran tetap dapat mengikuti turnamen tanpa harus tinggal di wilayah Amerika Serikat.

Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan tambahan terkait kemungkinan pengaturan serupa untuk negara lain yang terdampak situasi geopolitik global.

Editorial Team

Related Article