Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengaku menghabiskan waktu tiga hingga empat jam lebih banyak dibandingkan pendahulunya yang laki-laki untuk mengurus pekerjaan rumah tangga di tengah padatnya jadwal pemerintahan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sidang parlemen Jepang pada Rabu (14/10/2026).
“Pada pagi hari, saya mandi, menyiapkan sarapan, lalu mencuci piring, belum lagi merias wajah,” kata Takaichi kepada anggota parlemen, dikutip dari AFP.
“Saya merasa menghabiskan waktu tiga atau empat jam lebih banyak dibandingkan perdana menteri laki-laki untuk melakukan hal-hal tersebut,” lanjutnya.
Takaichi, yang menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai perdana menteri Jepang, dikenal sebagai sosok yang sangat mengutamakan pekerjaan. Ia sebelumnya mengungkapkan, dirinya hanya tidur dua hingga empat jam setiap malam dan terkadang menjadwalkan rapat dengan staf pada pukul 03.00.
Pengakuan tersebut menyoroti tantangan membagi waktu antara tanggung jawab domestik dan pekerjaan politik di Jepang, negara yang masih memiliki pembagian peran gender relatif kaku serta keterwakilan perempuan yang rendah dalam politik.
