Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polandia Bakal Larang Bendera Tentara Insurgensi Ukraina (UPA)
ilustrasi bendera Polandia (pexels.com/kaboompics)
  • Presiden Polandia Karol Nawrocki berencana melarang bendera Tentara Insurgensi Ukraina (UPA) karena dianggap terkait pembunuhan warga Polandia saat Perang Dunia II.
  • Nawrocki menegaskan pentingnya mengenang tragedi Volhynia dan mengecam ideologi kelompok nasionalis Ukraina tanpa menyalahkan seluruh bangsa Ukraina.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan pengungkapan kebenaran penuh tragedi Volhynia serta mendorong kerja sama dengan Polandia di tengah ketegangan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Polandia, Karol Nawrocki, mengatakan akan melakukan apapun untuk melarang bendera yang terkait dengan Tentara Insurgensi Ukraina (UPA). Ia menyebut, tentara itu sudah menyebabkan tewasnya warga Polandia saat Perang Dunia II. 

Beberapa pekan terakhir Polandia dan Ukraina terlibat perselisihan terkait dengan penetapan tokoh UPA sebagai pahlawan nasional. Polandia bahkan sudah mencabut penghargaan tertinggi kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy

1. Sebut mengenang insiden Volhynia penting bagi Polandia

ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/egorkomarov)

Nawrocki mengungkapkan bahwa Polandia tidak boleh menoleransi pengibaran bendera merah dan hitam. Ia meyakini bahwa Parlemen Polandia akan menyetujui rencana larangan bendera UPA di negaranya. 

Presiden Polandia itu menekankan pentingnya mengingat insiden pembunuhan massal warga Polandia di Volhynia. Menurutnya, mengenang masa lalu penting dalam membangun masa depan Polandia. 

“Pengetahuan soal peristiwa ini, kebenaran ini, dan peringatan ini penting bagi kita semua, sehingga kita dapat berpikir untuk masa depan kita semua,” tuturnya, dikutip dari Ukrinform, Senin (13/7/2026). 

2. Nawrocki kecam kelompok nasionalis Ukraina

Presiden Polandia, Karol Nawrocki. (W2k2, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada acara peringatan tersebut, Nawrocki mengecam ideologi jahat yang dianut oleh kelompok nasionalis Ukraina yang membunuh warga Polandia. Namun, ia menekankan bahwa kecaman ini tidak ditujukan oleh seluruh Ukraina. 

“Kami menolak membiarkan 120 ribu warga sipil Polandia, termasuk anak-anak dan perempuan dibunuh secara brutal oleh kelompok nasionalis Ukraina dilupakan begitu saja,” terangnya, dilansir dari Notes from Poland.

Dalam peringatan tersebut, Nawrocki sudah berkunjung ke Desa Radruz di Polandia bagian selatan. Desa tersebut menjadi salah satu dari lokasi operasi UPA untuk membunuh warga Polandia. 

3. Zelenskyy dorong pembongkaran makam korban Volhynia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Zelenskyy menyerukan untuk mendorong kebenaran penuh atas insiden pembunuhan massal Volhynia pada acara peringatan ke-83. Menurutnya, harus ada pemakaman yang pantas bagi ribuan korban tersebut. 

Dilansir TVP World, Presiden Ukraina keenam itu menyerukan pentingnya Polandia dan Ukraina untuk tetap bersatu meski dihadapkan pada perselisihan. Ia menyebut, ancaman bersama kedua negara adalah Rusia. 

Sementara, peringatan ini dilakukan dengan proses pembongkaran makan di Ostrivky dan Ostrovetska. Langkah ini setelah pemerintah setempat menyetujui pembongkaran area yang diduga tempat pemakaman massal korban. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article