Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Presiden Ukraina

Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Presiden Ukraina
Bendera Polandia (unsplash.com/VLADISLAV BOGUTSKI)
Intinya Sih
  • Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut Order of the White Eagle dari Volodymyr Zelensky karena perbedaan pandangan soal Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) yang dianggap kontroversial oleh masyarakat Polandia.
  • Sebagai respons, Zelensky dan beberapa pejabat Ukraina mengembalikan penghargaan tersebut, menegaskan bahwa tanda jasa itu awalnya diberikan untuk menghormati rakyat dan tentara Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
  • Ketegangan diplomatik ini muncul menjelang konferensi pemulihan Ukraina di Gdańsk, namun pemerintah Polandia menegaskan kerja sama pertahanan tetap berjalan sambil menyerukan agar kedua pihak menahan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hubungan Polandia dan Ukraina kembali menjadi sorotan setelah Presiden Polandia, Karol Nawrocki, mencabut penghargaan tertinggi negara, Order of the White Eagle, yang sebelumnya diberikan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat (19/6/2026), dan dipicu oleh perbedaan pandangan kedua negara terkait sejarah Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), kelompok yang hingga kini menjadi sumber kontroversi antara Warsawa dan Kiev.

1. Penamaan unit militer picu polemik

Pemerintah Polandia menyatakan pencabutan penghargaan itu dilakukan setelah Zelensky menamai salah satu unit pasukan khusus Ukraina dengan nama tokoh yang terkait dengan UPA.

Bagi Polandia, UPA adalah kelompok yang bertanggung jawab atas pembantaian puluhan ribu warga sipil Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia Timur pada masa Perang Dunia II. Bahkan, Parlemen Polandia pada tahun 2016 secara resmi mengakui peristiwa itu sebagai genosida. Sementara itu, Ukraina memandang sebagian tokoh UPA sebagai simbol perjuangan kemerdekaan melawan pendudukan Soviet dan Nazi Jerman.

Presiden Nawrocki menegaskan bahwa isu sejarah ini sangat penting bagi masyarakat Polandia dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Bagi sebagian besar masyarakat Polandia, UPA tetaplah sebuah kelompok yang bertanggung jawab atas kejahatan keji terhadap warga negara Polandia selama Perang Dunia Kedua," kata Karol Nawrocki, dikutip dari Times of India.

2. Zelensky kembalikan tanda jasa

Menanggapi keputusan sepihak itu, Zelensky langsung mengembalikan tanda jasa yang diterimanya dari Polandia pada tahun 2023, saat negara itu masih dipimpin oleh Presiden Andrzej Duda.

Menurut Zelensky, penghargaan itu dulu diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada rakyat dan tentara Ukraina yang sedang mempertahankan negaranya dari invasi Rusia.

"Kami yakin bahwa Order of the White Eagle yang diberikan pada tahun 2023 itu sebenarnya ditujukan untuk menghormati rakyat Ukraina dan tentara kami," ujar Zelensky, dikutip dari Jerusalem Post.

Tindakan serupa juga dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi Ukraina. Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan, Kyrylo Budanov, dan Menteri Luar Negeri, Andrii Sybiha, juga turut mengembalikan penghargaan yang pernah mereka terima dari Polandia.

3. Bayangi kerja sama kedua negara

Ketegangan ini muncul menjelang konferensi internasional untuk pemulihan Ukraina yang akan digelar di Gdańsk. Sejumlah pengamat menilai perselisihan ini bisa memengaruhi hubungan politik kedua negara. Meski begitu, pemerintah Polandia menegaskan bahwa kerja sama pertahanan serta dukungan untuk Ukraina dalam menghadapi Rusia akan tetap berjalan.

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, meminta kedua belah pihak untuk menahan diri agar perbedaan pendapat soal sejarah tidak berkembang menjadi konflik politik yang lebih luas.

"Konflik antara Polandia dan Ukraina hanya akan menyenangkan Putin dan mengecewakan sekutu kita," kata Donald Tusk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More