Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Ingin Jadi Juru Damai Perang Iran dan Perang Ukraina, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok dan menyatakan kesiapan menjadi mediator perdamaian dalam konflik Iran-AS-Israel serta Rusia-Ukraina.
  • Prabowo menyebut telah berkoordinasi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, untuk bersama menjalankan misi juru damai jika situasi di Iran membutuhkan kehadiran langsung.
  • Ketegangan Iran-AS meningkat setelah saling serang rudal dan drone di kawasan Teluk, memicu protes diplomatik dari Teheran yang menuding Washington melanggar gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo bilang dia mau bantu bikin damai antara Iran, Amerika, dan Israel. Dia juga mau bantu kalau Rusia dan Ukraina masih berkelahi. Katanya Indonesia cuma mau perdamaian saja. Kalau perlu, Pak Prabowo mau pergi bareng Perdana Menteri Pakistan ke Iran. Sekarang perang di sana masih ada serangan roket dan balasan dari dua pihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TImes - Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara khusus dengan media Prancis, atlantico.fr, menegaskan Indonesia merupakan negara non-blok. Meski demikian, Prabowo mengatakan, sudah mengambil sikap ingin menjadi juru damai perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Prabowo menyampaikan, keinginan menjadi juru damai tidak hanya pada perang Iran versus AS, tapi juga konflik Rusia dan Ukraina.

"Sebagai negara non-blok, Indonesia menawarkan mediator bagi semua pihak yang terlibat konflik, di mana kepentingan tunggal kami hanyalah perdamaian dan stabilitas. Kami telah mengusulkan mediasi tidak hanya dalam konflik Israel-Amerika-Iran, tetapi juga dalam konflik Rusia-Ukraina," ujar Prabowo, dikutip Senin (8/6/2026).

1. Siap jadi juru damai bersama PM Pakistan

Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)

Prabowo mengatakan, apabila dibutuhkan menjadi juru damai, dirinya bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, siap berangkat.

"Mengenai Iran secara spesifik, kami berkoordinasi erat dengan pemerintah Pakistan yang secara geografis lebih dekat dengan situasi tersebut. Perdana Menteri Pakistan sendiri telah mengusulkan untuk pergi ke Teheran bersama saya jika diperlukan," kata dia.

2. Konflik Iran-AS belum selesai

illustrasi selat hormuz (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud)

Kawasan Teluk kembali dilanda ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat aksi saling serang. Insiden tersebut menguji gencatan senjata yang telah berlaku sejak April 2026 sekaligus memperumit perundingan tidak langsung yang sedang dijalankan untuk mengakhiri konflik.

Berdasarkan laporan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Jumat (5/6/2026), Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain. Enam rudal berhasil dicegat pasukan AS, sedangkan satu rudal lainnya meleset dari target. Sebelum itu, CENTCOM juga menghancurkan empat drone serang Iran di Selat Hormuz yang diduga mengarah ke jalur pelayaran internasional.

3. Serangan balasan memicu protes diplomatik

Ilustrasi Selat Hormuz. (Pixabay.com)

Sebagai respons atas serangan tersebut, militer AS menggempur situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm di sepanjang Selat Hormuz pada Sabtu (6/6/2026). Berdasarkan pernyataan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), mereka kemudian membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan yang sama. IRGC juga melepaskan tembakan ke empat kapal tanker yang dituduh melintas di Selat Hormuz tanpa izin.

Dampak bentrokan itu ikut dirasakan negara sekitar. Angkatan Darat Kuwait menyatakan pihaknya mencegat rudal yang melintas di atas kawasan permukiman. Meski menimbulkan kerusakan material, insiden tersebut dipastikan tak menimbulkan korban jiwa. Sementara di Bahrain, sirene peringatan sempat dibunyikan sehingga warga diminta mencari tempat berlindung.

Pada jalur diplomatik, Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan protes keras terhadap operasi militer AS. Teheran menilai Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menuding AS tak menunjukkan niat meredakan situasi. Iran juga menyatakan AS harus bertanggung jawab atas dampak dari tindakan yang mereka sebut ilegal. Di sisi lain, IRGC mengklaim bentrokan bermula ketika militer AS berupaya mengawal kapal tanker minyak melewati perairan yang sebagian besar telah ditutup Iran selama perang.

Editorial Team

Related Article