Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator Iran-AS
Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@nusronwahid)
  • Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel untuk membantu menciptakan kembali situasi keamanan yang kondusif.
  • Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesiapan Indonesia memfasilitasi dialog damai serta menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.
  • Ketegangan meningkat setelah Israel dan AS melancarkan serangan rudal ke Teheran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator terkait perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini dinyatakan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” kata Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

Pada Sabtu pagi waktu Iran, Israel melancarkan serangan rudal ke ibu kota Teheran. Tak berapa lama, AS melalui Presiden Donald Trump mengonfirmasi ikut menyerang Iran.

Trump menuturkan, serangan gabungan tersebut demi membela keamanan warga AS. Tak hanya itu, Trump menegaskan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Serangan tersebut dibalas Iran. Teheran menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Editorial Team