Jakarta, IDN Times - Prancis telah melarang Israel memamerkan senjata ofensif, seperti roket, amunisi yang dikendalikan dari jarak jauh atau rudal, dalam pameran pertahanan dan keamanan internasional Eurosatory 2026.
“Hanya peserta pameran asal Israel yang menampilkan sistem pertahanan antibalistik dan pertahanan udara yang diizinkan. Ini adalah keputusan pemerintah Prancis, melalui Dewan Pertahanan,” kata Charles Beaudouin, presiden COGES Events, penyelenggara Eurosatory, pada Senin (1/6/2026).
Beaudouin menegaskan tidak ada ruang untuk ambiguitas. Ia menyebut, jika ada peserta pameran yang merupakan produsen roket, maka mereka juga tidak akan diizinkan untuk memamerkan senjata tersebut.
