Semua korban tewas terdiri dari laki-laki dan perempuan yang masing-masing berasal dari Dolomieu, Negara Bagian Isere dan Saint-Victurnien, Negara Bagian Haute-Vienne. Di Dolomieu, seorang laki-laki tewas usai sebuah bengkel terbakar akibat sambaran petir. Sementara di Saint-Victurnien, seorang perempuan tewas akibat tertimpa pohon runtuh yang dipicu angin kencang.
Badai Petir Hantam Prancis, 53 Ribu Rumah Tanpa Listrik

- Badai petir melanda beberapa wilayah Prancis seperti Loire dan Isere, menewaskan dua orang serta menyebabkan 53 ribu rumah kehilangan pasokan listrik.
- Lebih dari 3.000 sambaran petir tercatat selama badai, memicu gangguan listrik besar dan pemerintah mengimbau warga tetap di rumah demi keselamatan.
- Selain badai, Prancis juga menghadapi gelombang panas ekstrem hingga 41 derajat Celsius yang memicu kekeringan parah dan penurunan debit sungai.
Jakarta, IDN Times - Badai petir saat ini dilaporkan sedang melanda sejumlah negaa bagian di Prancis, termasuk Loire, Isere, Haute-Savoie, dan Correze. Berdasarkan laporan Franceinfo yang dikutip Anadolu Agency, Jumat (17/7/2026), badai ini sudah menewaskan 2 orang dan membuat 53 ribu rumah kehilangan pasokan listrik.
1. Listrik padam terjadi di Auvergne-Rhone-Alpes dan Nouvelle-Aquitaine

Menurut laporan media lokal Prancis, BEM TV, listrik padam terjadi di wilayah Auvergne-Rhone-Alpes dan Nouvelle-Aquitaine. Di kedua wilayah tersebut, ada masing-masing 25.000 dan 20.000 warga yang tidak bisa beraktivitas karena kehilangan pasokan listrik.
Di negara bagian Loire, sebanyak 422 petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi sejumlah kekacauan yang timbul akibat badai. Beberapa di antaranya, seperti pohon tumbang yang menghalangi jalan dan memperbaiki atap rumah warga yang hancur imbas sambaran petir.
2. Ada 3.000 petir yang muncul di tengah badai

Menurut lembaga pengamat badai Prancis, Keraunos Observatory, ada sekitar 3.000 petir yang muncul di tengah badai yang sedang berlangsung. Petir-petir tersebutlah yang mengganggu jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah.
Oleh karena itu, Pemerintah Prancis mewanti-wanti kepada seluruh warga untuk jangan bepergian keluar selama badai berlangsung. Langkah ini bertujuan untuk menghindari bahaya, seperti sambaran petir dan pohon tumbang. Sebab, semua korban tewas imbas badai ini disebabkan oleh hal-hal tersebut.
3. Prancis juga mengalami serangan gelombang panas

Selain badai, Prancis juga tengah dilanda serangan gelombang panas selama beberapa minggu terakhir. Fenomena ini memang sering datang setiap tahun bersamaan dengan musim panas. Namun, serangan gelombang panas yang terjadi pada musim panas 2026 ini merupakan yang terparah. Sebab, fenomena ini membuat suhu udara di Prancis tembus 41 derajat celcius.
Selain menewaskan banyak orang, serangan gelombang panas di Prancis juga telah menyebabkan kekeringan hebat. Dilansir Euronews, sejumlah sungai yang ada di Negeri Mode terlihat kehilangan aliran air imbas suhu udara yang tinggi.
"Kita sedang mengalami situasi kekeringan yang luar biasa karena terjadi lebih awal, hampir sebulan lebih awal dari biasanya. Hal yang membuat situasi ini sangat mengkhawatirkan adalah hal ini terjadi meskipun curah hujan musim semi secara umum berada dalam kisaran normal," kata Menteri Transisi Ekologi Prancis, Monique Barbut, dilansir France 24.




















