Jakarta, IDN Times - Otoritas Prancis memperluas pemberlakuan jam malam ke luar ibu kota Paris hingga mencakup Nice, Lyon, dan Departemen Gironde pada Senin (19/10/2026). Langkah darurat tersebut ditempuh pemerintah menyusul gelombang demonstrasi nasional pada akhir pekan yang diwarnai aksi kekerasan dan penjarahan toko.
Unjuk rasa yang digerakkan oleh para siswa sekolah, guru, orang tua murid, serikat pekerja, dan kaum buruh ini berfokus pada penolakan atas lonjakan biaya hidup serta kenaikan harga bahan bakar minyak. Namun, aksi damai tersebut dilaporkan dibajak hingga berkembang menjadi salah satu hari kerusuhan paling hebat di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
