Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengkritik CEO SpaceX, Elon Musk yang gunakan platform X untuk sebarkan kebencian online terhadap pemimpin Eropa. Menurutnya, Musk berniat merusak stabilitas Eropa sebelum pemilihan umum (pemilu).
“Kampanye kebencian online ke pemimpin Eropa ini digunakan untuk merusak demokrasi yang mendominasi lanskap informasi. Tindakan ini untuk memicu polarisasi dan perdebatan publik,” terangnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (15/10/2026).
Pekan lalu, Prancis menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal demontrasi siswa SMA di negaranya. Penolakan itu mengenai kritik soal migrasi ilegal dan Islam yang dituding ingin merebut Prancis.
