Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prancis Sebut Elon Musk Gelar Kampanye Kebencian ke Pemimpin Eropa
ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky)
  • Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menuduh Elon Musk memakai X untuk menyebarkan kebencian terhadap pemimpin Eropa, memicu polarisasi, dan mengganggu stabilitas demokrasi menjelang pemilu.
  • Prancis menyatakan akan melawan intervensi asing dalam pilpres, setelah menemukan narasi negatif dari akun terkait Rusia, China, Iran, serta kampanye komunitas MAGA Amerika Serikat.
  • Musk mendukung Marine Le Pen untuk pilpres Prancis 2027 dan sebelumnya juga mendukung tokoh nasionalis-populis Eropa, termasuk Alternative fuer Deutschland di Jerman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengkritik CEO SpaceX, Elon Musk yang gunakan platform X untuk sebarkan kebencian online terhadap pemimpin Eropa. Menurutnya, Musk berniat merusak stabilitas Eropa sebelum pemilihan umum (pemilu). 

“Kampanye kebencian online ke pemimpin Eropa ini digunakan untuk merusak demokrasi yang mendominasi lanskap informasi. Tindakan ini untuk memicu polarisasi dan perdebatan publik,” terangnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (15/10/2026).

Pekan lalu, Prancis menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal demontrasi siswa SMA di negaranya. Penolakan itu mengenai kritik soal migrasi ilegal dan Islam yang dituding ingin merebut Prancis. 

1. Prancis tolak segala bentuk intervensi asing jelang pilpres

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/nimbus_vulpis)

Barrot mengatakan bahwa Elon Musk ikut andil dalam perpecahan di Prancis. Selain itu, Ia menilai banyak pihak yang berusaha mengeksploitasi perpecahan dan masalah migrasi, sekularisme, dan konflik Israel-Palestina di negaranya. 

Dilansir Le Monde, ia memastikan bahwa Prancis tidak akan tinggal diam dan menoleransi segala bentuk intervensi asing. Barrot menekankan Prancis akan melawan semua pihak dari luar yang berusaha mengintervensi pilpres di negaranya. 

Paris mengatakan, terdapat akun yang menyebarkan sejumlah narasi negatif dan setelah ditelusuri berasal dari Rusia, China, dan Iran. Selain itu, terdapat kampanye yang disebarkan oleh komunitas MAGA di AS. 

2. Sebut Le Pen sebagai harapan satu-satunya Prancis

Politikus Sayap Kanan Prancis, Marine Le Pen. (Vox España, CC0, via Wikimedia Commons)

Pada Juli, Elon Musk menyatakan secara langsung dukungannya kepada politikus sayap kanan Prancis, Marine Le Pen dalam pilpres Prancis 2027. Menurutnya, Le Pen akan menjadi harapan terakhir Prancis untuk mengubah negaranya. 

Dukungan ini bukan kali pertama Musk mengintervensi politik Prancis. Pada April 2025, CEO Tesla dan SpaceX itu menyuarakan dukungannya kepada Le Pen yang dipersekusi karena diduga menggelapkan dana publik. 

“Saya berharap dan mendorong Le Pen untuk menyelesaikan persekusi ini dan ikut serta dalam pemilihan presiden di Prancis selanjutnya,” dikutip dari Euronews.

3. Elon Musk kerap mengintervensi politik Eropa

CEO SpaceX, Elon Musk. (Tesla Owners Club Belgium, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Tak hanya di Prancis, Musk sudah dikena luas berupaya mengintervensi politik di negara Eropa. Sebelumnya, CEO SpaceX tersebut sudah mendukung tokoh politik beraliran nasionalis dan populis dalam pemilu di Eropa. 

Pada Desember 2024, dia mengklaim bahwa partai konservatif Jerman, Alternative fuer Deutschland (AfD) sebagai satu-satunya partai yang dapat menyelamatkan Jerman. Selain itu, Musk juga sudah melontarkan komentar soal beberapa insiden di Rumania dan Inggris. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article