Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Finlandia Minta Elon Musk Izinkan Ukraina Pakai Starlink di Rusia

2 min read
Finlandia Minta Elon Musk Izinkan Ukraina Pakai Starlink di Rusia
ilustrasi bendera Finlandia (unsplash.com/sylwiabartyzel)
  • Presiden Finlandia Alexander Stubb meminta Elon Musk memperluas cakupan Starlink ke Rusia agar Ukraina dapat mengendalikan drone untuk menyasar peluncur roket dan rudal jelajah Rusia.
  • Dalam pidato di Majelis Umum PBB, Stubb menyerukan komitmen pada tatanan internasional, menyoroti 65 konflik bersenjata aktif serta rusaknya kerja sama akibat lemahnya kepercayaan dan hukum.
  • Finlandia telah menyelesaikan pagar perbatasan Rusia sepanjang 200 km untuk menghadapi ancaman serangan hibrida, setelah lebih dari 1.300 migran tanpa visa tiba di perbatasan timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Finlandia, Alexander Stubb meminta kepada CEO SpaceX, Elon Musk mengekspansi satelit Starlink untuk Rusia pada Kamis (24/9/2026). Dengan itu, Ukraina dapat menyasar peluncur roket Rusia di dalam teritori Rusia.  

Beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan Finlandia terus memanas. Ketegangan didorong masuknya Finlandia sebagai anggota NATO menyusul invasi skala besar Rusia ke Ukraina. 

  1. 1. Starlink sudah menjadi alat untuk memburu sistem peluncur roket Rusia

    ilustrasi Starlink
    ilustrasi Starlink (unsplash.com/maria_shalabaieva)

    Selama ini Starlink sudah menjadi alat komunikasi penting Ukraina dan berfungsi mengontrol drone. Sayangnya, Starlink tidak lagi dapat berfungsi di teritori Rusia sehingga tidak dapat digunakan oleh militer Ukraina. 

    Dilansir Kyiv Post, pernyataan Stubb ini untuk memberikan kesempatan Ukraina menghancurkan rudal jelajah Rusia sebelum ditembakkan. Maka dari itu, Ukraina akan mendapatkan tambahan upaya untuk mempertahankan negaranya.

  2. 2. Stubb dorong pemimpin dunia berkomitmen pada prinsip tatanan internasional

    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat
    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

    Pada pidatonya di Majelis Umum PBB, Stubb mengajak agar pemimpin dunia berkomitmen dalam prinsip fundamental tatanan internasional. Ia memperingatkan bahwa adanya berbagai konflik yang aktif di dunia saat ini. 

    “Berdasarkan keterangan dari sejumlah akun, terdapat 65 konflik bersenjata aktif di dunia saat ini. Jumlah tersebut melebihi dari saat kondisi akhir Perang Dingin,” terangnya, dikutip dari YLE.

    Menurunya, kondisi kerja sama saat ini telah rusak akibat kurangnya kepercayaan dan aturan hukum. Presiden Finlandia itu memperingatkan semakin banyaknya korban imbas kekerasan dan ketidakadilan. 

  3. 3. Finlandia selesaikan pagar perbatasan Rusia sepanjang 200 km

    ilustrasi bendera Finlandia
    ilustrasi bendera Finlandia (pixabay.com/hietaparta)

    Pada awal September, Finlandia resmi menyelesaikan pagar perbatasan Rusia sepanjang 200 km. Helsinki mengungkapkan bahwa pagar tersebut penting untuk melindungi teritori terluar NATO dari ancaman serangan hybrid Rusia.

    Dilansir Euronews, lebih dari 1.300 migran tanpa visa datang ke bagian timur Finlandia. Pemerintah setempat menuding Rusia sudah melakukan perang hybrid dengan mendorong masuknya warga negara ketiga ke perbatasan Finlandia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More