Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Iran Buka Suara soal Serangan Israel ke Lebanon
potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan Israel ke Lebanon karena dianggap melanggar gencatan senjata dan mengancam proses negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.
  • Serangan udara Israel pada 8 April 2026 menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari seribu warga Lebanon, menghantam area komersial serta perumahan sipil.
  • Israel menyatakan tujuannya membasmi Hizbullah di Lebanon, sementara Iran memperingatkan akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, buka suara soal serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon. Pezeshkian mengatakan, serangan tersebut akan mengganggu kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Ia juga menilai serangan tersebut akan memuat proses negosiasi perdamaian AS dan Iran menjadi tidak berarti.  

“Serangan tersebut menandakan penipuan, ketidakpatuhan terhadap gencatan senjata, dan membuat negosiasi (perdamaian Iran dan AS menjadi) tidak berarti. Tangan kami tetap berada di pelatuk. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudarinya di Lebanon,” ujar Pezeshkian dalam unggahan di X pada Kamis (9/4/2026), seperti dilansir Times of Israel

1. Israel menyerang Lebanon hingga menewaskan ratusan jiwa

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Israel sendiri menyerang Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan tersebut menewaskan 254 orang. Sementara itu, 1.165 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. 

Menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, Israel melakukan lebih dari 100 serangan udara di sejumlah wilayah yang ada di negaranya. Serangan tersebut, kata Nassereddine, menghantam area komersial dan perumahan warga.

“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” kata Nassereddine kepada Al Jazeera.

2. Serangan dilakukan di tengah gencatan senjata AS dan Iran

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Efe Ersoy)

Serangan Israel ke Lebanon tadi dilakukan di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran. AS sendiri sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Gencatan senjata ini juga melibatkan Israel. Artinya, selama dua pekan ke depan, AS, Iran, dan Israel tidak boleh saling serang.

Sayangnya, AS dan Israel menegaskan, Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut pemerintah Iran, dokumen kesepakatan gencatan senjata yang diberikan AS secara eksplisit melibatkan Lebanon. 

Oleh karena itu, Iran mengancam akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS jika Israel terus menyerang Lebanon. “Iran akan menarik diri dari perjanjian tersebut jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Lebanon,” bunyi pernyataan sumber ananim Iran kepada Tasnim News yang dikutip oleh Anadolu Agency.

3. Israel menyerang Lebanon untuk membasmi Hizbullah

Pasukan Hizbullah sedang menyiapkan rudal untuk ditembakkan. (commons.wikimedia.org/Mohammad Hossein Velayati)

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026. Serangan ini dilakukan karena Israel ingin membasmi Hizbullah yang sudah membantu Iran berperang melawan Israel dan AS. 

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 1.530 orang. Sementara itu, lebih dari 1,2 juta orang lainnya terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari serangan Israel.  

Sebetulnya, Lebanon sudah berupaya melobi Israel agar serangan bisa berakhir. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini. Sebab, Israel masih ingin menyerang Lebanon sampai Hizbullah benar-benar kalah.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team