Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puncak Wukuf di Arafah Khidmat, Menhaj Gaungkan 'Tri Sukses Haji'

Puncak Wukuf di Arafah Khidmat, Menhaj Gaungkan 'Tri Sukses Haji'
Menteri Haji dan Umrah Yusuf Irfan sambutan saat wukuf di Misi Haji
Intinya Sih
  • Wukuf di Arafah berlangsung khidmat, menjadi momentum Kemenhaj RI menggaungkan semangat 'Tri Sukses Haji' sebagai pedoman utama penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H.
  • Gus Irfan menjelaskan tiga pilar Tri Sukses Haji: Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi, dan Sukses Peradaban untuk memastikan ibadah tertib, bermanfaat, serta membentuk karakter jemaah yang santun.
  • Pemerintah melayani lebih dari 200 ribu jemaah dengan ribuan petugas siaga 24 jam, menghadirkan layanan ramah lansia dan disabilitas serta inovasi mobilitas murur dan tanazul di Armuzna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Arafah, IDN Times— Fase paling krusial sekaligus puncak dari rangkaian ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H, berlangsung dengan sangat khidmat. Di tenda utama misi haji Indonesia, momentum sakral ini diisi dengan khotbah wukuf yang disampaikan oleh tokoh ulama KH Acep Saefudin Chalim.

Pada kesempatan bersejarah tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI secara resmi menggaungkan semangat "Tri Sukses Haji" sebagai pedoman dan kompas utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa operasional haji 1447 H berada dalam kerangka sejarah baru. Pemerintah kini berkomitmen untuk hadir dengan pelayanan yang lebih fokus, terarah, dan semakin dekat dengan jemaah.

"Tri Sukses Haji menjadi kompas kita dalam memberikan pelayanan. Kita ingin negara hadir memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh jemaah," tegas Gus Irfan dalam sambutannya di Arafah.

1. Tiga pilar 'Tri Sukses Haji'

Sejumlah jemaah haji mengenakan pakaian ihram putih menunggu waktu wukuf di area tenda dengan latar pepohonan dan langit sore.
Jemaah haji 2026 menuggh waktu wukuf (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Lebih lanjut, Gus Irfan merinci tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak dari Tri Sukses Haji tahun ini, yaitu Sukses Ritual yang Menjamin setiap rukun dan wajib haji jemaah sah, tertib, dan dapat dilaksanakan dengan khusyuk tanpa kendala berarti. Sukses Ekosistem Ekonomi, sebuah upaya agar perputaran operasional haji memberikan kemanfaatan nyata bagi negara dan mendukung pelaku usaha Tanah Air, serta memastikan pengelolaan dana dam (denda pelanggaran haji) dikelola secara resmi dan transparan. Dan Sukses Peradaban yakni Menjadikan ibadah haji sebagai sarana pembentukan pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan santun, yang pada akhirnya akan membawa dampak kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat di Indonesia. "Ini (Tri Sukses Haji) menjadi arah gerakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," tandasnya.

2. Terobosan layanan dan perlindungan jemaah rentan

20260525_082920.jpg
Jemaah haji BDJ 18 asal Kalimantan Selatan memasuki areal tenda di Arafah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Dalam momen tersebut, Gus Irfan juga memaparkan berbagai terobosan layanan yang diterapkan secara masif pada tahun ini. Untuk memastikan kenyamanan mobilitas jemaah saat kepadatan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), pemerintah secara terukur menerapkan skema pergerakan murur (melintas tanpa turun) dan tanazul (kembali lebih awal).

Selain itu, Kemenhaj juga meningkatkan standar layanan konsumsi, mendorong digitalisasi pembayaran dam, serta yang paling utama adalah memperkuat komitmen Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Risti (Risiko Tinggi) sebagai bentuk pelindungan maksimal bagi jemaah kategori rentan.

3. Layani ratusan ribu jemaah, siagakan ribuan petugas

Petugas PPIH mendorong kursi roda berisi jemaah haji lansia di area Hajj Pavilion bandara sebelum menuju bus keberangkatan.
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membantu jemaah haji lansia keluar dari Hajj Pavilion bandara menuju bus yang akan mengantar mereka ke hotel (IDN Times/Yogie Fadila)

Terkait data operasional di lapangan, Kemenhaj mencatat bahwa tahun 1447 H ini pemerintah melayani sebanyak 202.551 jemaah haji reguler yang terbagi ke dalam 527 kelompok terbang (kloter). Selain itu, terdapat 16.596 jemaah haji khusus.

Untuk mengawal seluruh tamu Allah tersebut, pemerintah telah menerjunkan sebanyak 2.098 personel petugas haji yang tersebar di seluruh titik layanan untuk memberikan pendampingan selama 24 jam penuh.

Menutup sambutannya, Gus Irfan menitipkan pesan spiritual kepada seluruh jemaah. Ia mengajak jemaah haji Indonesia untuk memanfaatkan waktu wukuf—yang merupakan waktu paling mustajab—untuk bermunajat secara total kepada Allah SWT.

Dengan semangat Tri Sukses Haji, pemerintah menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina dapat berjalan mulus, memberikan keberkahan, dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan menyandang predikat haji yang mabrur.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila

Related Articles

See More