Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mojtaba Khamenei Ungkap Arah Strategi Iran Usai Gencatan Senjata

Mojtaba Khamenei Ungkap Arah Strategi Iran Usai Gencatan Senjata
Mojtaba Khamenei dan putranya pada pawai Hari Kemenangan tanggal 8 Juni 2018 (Fars Media Corporation, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan Iran memasuki fase baru pascakonflik, dengan fokus pada pengelolaan strategis Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan energi dunia.
  • Khamenei menekankan kesatuan front perlawanan dan komitmen menuntut kompensasi atas dampak perang, sambil memastikan Iran tetap siaga meski gencatan senjata berlangsung.
  • Stabilitas Selat Hormuz menjadi perhatian utama kawasan, dengan negara seperti Turki mendukung diplomasi demi menjaga arus energi dan keamanan navigasi di tengah situasi rapuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, mengungkap arah strategi negaranya setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan hari ke-40 wafatnya pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pesan yang dirilis pada Kamis (9/4/2026), Khamenei menegaskan Iran akan memasuki fase baru, terutama dalam mengelola Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Ia menyatakan, Iran akan pasti memasuki fase baru dalam mengelola Selat Hormuz. Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan strategis Teheran terhadap jalur laut yang selama ini menjadi titik krusial dalam geopolitik global.

Selain itu, Khamenei juga menegaskan komitmen Iran untuk menuntut kompensasi atas dampak perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Ia menyebut Iran akan menuntut ganti rugi atas kerugian material maupun moral yang ditimbulkan.

1. Tekankan kesatuan front perlawanan

Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023ps://commons.wikimedia.org/wiki/File:2023_Hezbollah_drill_in_Aaramta_03.jpg
Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dalam pesannya, Khamenei menegaskan Iran tidak akan melepaskan hak-haknya sebagai negara. Ia juga menekankan pentingnya memperjuangkan keadilan bagi korban konflik.

Ia menyatakan, Iran akan terus menuntut kompensasi atas ‘darah para syuhada dan para korban luka’. Pernyataan ini menegaskan sikap keras Teheran dalam menghadapi dampak perang.

Meski demikian, Khamenei kembali menegaskan Iran tidak menginginkan konflik berkepanjangan. Ia menyebut seluruh kekuatan yang bersekutu dengan Iran di kawasan sebagai satu kesatuan.

“Seluruh front perlawanan adalah satu kesatuan yang terintegrasi,” tegasnya, dikutip dari Yeni Safak, Jumat (10/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan langsung kepada negara-negara di kawasan Teluk. “Kalian sedang menyaksikan sebuah keajaiban. Oleh karena itu, lihatlah dengan benar, pahami dengan benar, dan berdirilah di posisi yang tepat,” ujarnya.

2. Khamenei sadar betul gencatan senjata sangat rapuh

Bendera Iran yang rusak.
potret bendera Iran yang rusak (unsplash.com/Javad Esmaeili)

Pernyataan Khamenei disampaikan di tengah berlangsungnya gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan ini membuka peluang bagi dimulainya jalur diplomasi setelah konflik intens.

Rencananya, pembicaraan langsung antara Iran dan Amerika Serikat akan dimulai di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kesepakatan yang lebih permanen.

Meski ada jeda konflik, Khamenei mengingatkan Iran tetap dalam posisi siaga. Ia menegaskan Iran siap merespons jika terjadi serangan kembali. Ia menyatakan bahwa tangan Iran berada di pelatuk, dan setiap agresi baru akan dihadapi dengan respons tegas.

3. Selat Hormuz jadi kunci stabilitas kawasan

citra satelit Selat Hormuz
citra satelit Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dalam dinamika pascaperang ini. Sebagai jalur utama distribusi energi global, perubahan kebijakan Iran terhadap selat ini memiliki dampak luas bagi banyak negara.

Bagi Turki, misalnya, stabilitas jalur energi dari kawasan Teluk menjadi kepentingan strategis yang sangat penting. Ketergantungan terhadap arus energi membuat situasi di Selat Hormuz terus dipantau secara serius.

Pemerintah Turki disebut terus mendukung upaya deeskalasi dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi menjadi prioritas utama dalam sikap tersebut.

Dengan situasi yang masih rapuh, perkembangan kebijakan Iran terhadap Selat Hormuz diperkirakan akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan arah stabilitas kawasan ke depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in News

See More