Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan telah mengizinkan warganya untuk kembali mengakses internet. Berdasarkan laporan media nasional Iran pada Senin (25/5/2026), Pezeshkian juga sudah meminta Kementerian Komunikasi Iran untuk membuka kembali akses internet internasional di negaranya.
Keputusan ini diambil usai Iran memblokir akses internet untuk warganya selama 87 hari. Menurut Menteri Komunikasi Iran, Sattar Hashemi, keputusan ini praktis membuat warga Iran kini bisa kembali mengakses internet dan membuka situs-situs web dari luar negeri. Selain itu, keputusan ini juga membuat warga Iran bisa berkomunikasi secara efektif lewat media sosial.
