Comscore Tracker

Keren! Ilmuwan China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma

97 persen karbonnya lebih sedikit dari plastik biasa

Jakarta, IDN Times - Tim ilmuwan China dari Universitas Tianjin berhasil membuat plastik yang ramah lingkungan. Produk inovatif itu salah satu bahannya adalah DNA sperma ikan salmon.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of The American Chemistry Society. Menurut penelitian, proses penciptaan plastik dari sperma salmon 97 persen lebih sedikit menghasilkan emisi karbon dari pada proses pembuatan plastik biasa.

Plastik DNA sperma salmon juga mudah didaur ulang dan mudah terurai di alam. Ini menjadi salah satu terobosan yang inovatif untuk alternatif plastik saat ini yang telah banyak menimbulkan masalah.

1. Upaya mencari alternatif dari ketergantungan plastik

Plastik telah menjadi masalah besar karena mencemari bumi. Plastik yang sulit terurai, membuat tanah dan air mengandung mikroplastik, yang dalam jangka panjang dikhawatirkan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Para ilmuwan telah berusaha untuk mencari alternatif pembuatan plastik yang ramah lingkungan. Upaya yang terbaru, sebuah makalah yang terbit pada pertengahan bulan November 2021 menyebutkan, salah satu bahan pembuat plastik ramah lingkungan adalah DNA sperma ikan salmon.

Menurut Vice News, dua untaian pendek DNA sperma salmon digabungkan dengan bahan kimia dari minyak nabati. Itu membuatnya saling terikat dan menghasilkan bahan licin yang disebut hidrogel.

Gel itu kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk yang selanjutnya dikeringkan dengan cara dibekukan. Tujuannya untuk menghilangkan kelembapan sehingga menjadi padat.

Tim ilmuwan dari Universitas Tianjin itu melakukan percobaan dengan menghasilkan mug berwarna putih dan potongan puzzle dari DNA sperma ikan salmon yang menghasilkan produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Inggris Mulai Perketat Larang Barang Plastik Sekali Pakai

2. Plastik sperma salmon sepenuhnya dapat didaur ulang

Keren! Ilmuwan China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Spermaikan salmon (Pixabay.com/BarbaraJackson)

Saat ini, produk yang berkelanjutan adalah hal yang paling dibutuhkan agar tidak menimbulkan sampah yang menciptakan polusi bagi bumi. Salah satu produk yang menjadi ketergantungan adalah plastik, yang ringan dan efisien tetapi sangat berdampak buruk bagi lingkungan.

"Plastik memainkan peran penting dalam kehidupan modern dan saat ini pengembangan daur ulang plastik sangat menantang" kata para ilmuwan China dikutip dari Daily Mail. 

Para ilmuwan kemudian melakukan penelitian dan membuat terobosan untuk menciptakan produk menyerupai plastik dari bahan alami. Produk tersebut juga sepenuhnya dapat didaur ulang.

Dari penjelasan para ilmuwan, bahan bakunya berasal dari sumber daya yang dapat diperbaharui. Strategi pengolahan air yang ramah lingkungan dan tidak melibatkan konsumsi energi yang tinggi.

Usia masa pakai plastik juga dapat diperpanjang karena sepenuhnya bisa didaur ulang secara signifikan. Plastik sperma salmon juga mudah terurai atau biodegradable.

3. Kesempatan membuat plastik dari sumber berkelanjutan

Saat ini, sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya. Banyak di antaranya adalah produk sekali pakai. Rentang masa pakainya sangat pendek dan lebih lama berada di tempat pembuangan sampah serta di alam. Plastik itu, bertahan selama bertahun-tahun dan sulit untuk terurai.

Menurut UNEP, organisasi lingkungan milik PBB, sejak awal 1950-an ada 8,3 miliar ton plastik yang telah diproduksi sampai saat ini. Sekitar 60 persen dari plastik tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah atau di alam yang menciptakan polusi.

Menurut Euro News, para ilmuwan memperkirakan, ada sekitar 50 miliar ton DNA di planet ini. Berpijak pada hasil penelitian ilmuwan China, secara teknis plastik bisa dibuat dari sumber terbarukan lainnya seperti bahan limbah dari tanaman, ganggang atau bakteri. Namun, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengupayakannya.

Saat ini sudah banyak uji coba pembuatan palstik biodegradable dari bahan alami seperti tepung jagung atau ganggang. Namun, membutuhkan banyak energi untuk membuatnya dan tetap masih sulit untuk didaur ulang.

Baca Juga: Pedagang Pasar Kosambi dan Cihapit Kurangi Pemakaian Kantong Plastik

4. DNA bahan alami lain dimungkinkan jadi bahan pembuat bioplastik

Keren! Ilmuwan China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari SpermaIlustrasi sampah plastik (Pexels.com/Magda Ehlers)

Meski sudah banyak kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, saat ini industri plastik masih akan tetap berlanjut menghasilkan emisi karbon. Salah satu sorotannya adalah Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan emisi karbon industri plastik akan menyalip emisi karbon yang dihasilkan oleh batu bara pada 2030.

Pembuatan plastik dari bahan alami, disebut sebagai bioplastik, telah muncul sebagai sebuah alternatif. Bioplastik sering dipuji karena jejak karbonnya yang jauh lebih kecil dari produksi plastik biasa. Selain itu, bioplastik juga memiliki kemampuan terurai jauh lebih baik.

Menurut para ilmuwan Universitas Tianjin itu, 97 persen plastik DNA sperma salmon lebih sedikit menghasilkan emisi dibanding produksi plastik biasa.

Kaleena Fraga dari All That Interesting menulis terkait inovasi tersebut, kabar baiknya adalah bisa dibuat tidak hanya dari DNA sperma ikan salmon. Bahan alami lainnya seperti buah dan ganggang dimungkinkan akan bekerja dengan baik sebagai bioplastik.

5. Kelebihan dan kelemahan plastik DNA sperma salmon

Sebenarnya, setiap produk yang tercipta pasti ada kelebihan dan kelemahannya. Karena itu, plastik dari DNA sperma salmon juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Kelebihan plastik DNA sperma Salmon adalah produk tersebut dapat dicelupkan ke dalam air dan dapat diubah menjadi gel. Karenanya, bahan utama itu dapat dibentuk kembali jadi objek yang baru. Dia lebih mudah didaur ulang.

Jika tak lagi dibutuhkan, plastik dapat dipecah oleh enzim pengurai DNA.

Sebagai sebuah produk yang mudah didaur ulang dengan air, maka produk tersebut berarti harus tetap kering. Jika pelapis tahan air ditambahkan, itu akan membuat produk plastik DNA sperma salmon jadi lebih sulit didaur ulang, itulah salah satu kelemahannya. 

Baca Juga: 8 Juta Metrik Ton Plastik Masuki Laut Sedunia Tiap Tahun

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya