Comscore Tracker

Tiongkok Ancam Boikot Produk-produk Internasional

Ancaman terkait pernyataan perusahaan di kasus Xinjiang

Beijing, IDN Times - Perlakuan Tiongkok terhadap minoritas Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang telah dianggap melanggar kejahatan HAM. Isu tersebut telah berjalan selama setidaknya dalam dua tahun terakhir. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menuduh Tiongkok telah melakukan genosida.

Tiongkok dituduh membuat kamp-kamp yang digunakan untuk menyiksa, dan mengindoktrinasi kelompok minoritas Xinjiang. Selain itu, kelompok minoritas Uighur dan Xinjiang lainnya juga disebut dipekerjakan secara paksa di perkebunan-perkebunan kapas.

Perusahaan-perusahaan internasional dengan merek-merek yang sudah terkenal dan bonafide telah ditekan untuk tidak menggunakan kapas dari Tiongkok. Itu karena kapas yang dihasilan di Xinjiang berasal dari sistem kerja paksa yang dilakukan oleh pemerintah Beijing. Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut mendapatkan tekanan balik dan ancaman boikot dari publik Tiongkok.

1. H&M dikecam oleh publik Tiongkok

Tiongkok Ancam Boikot Produk-produk InternasionalH&M mendapat ancaman boikot dari pembeli di Tiongkok. (unsplash.com/Sei)

Perusahaan-perusahaan internasional dengan merek terkenal seperti H&M, Adidas, Nike, Zara dan New Balance mengecam Tiongkok atas laporan kerja paksa yang terjadi di Xinjiang. Mereka juga dikabarkan tidak akan menggunakan kapas dari Xinjiang karena kapas tersebut didapatkan dari sistem kerja paksa.

Namun tindakan yang dilakukan oleh perusahaan pemilik merek terkenal seperti H&M tentang Xinjiang mendapatkan respon negatif di Tiongkok. Publik Tiongkok segera membuat gerakan baru yang mengecam dan mengancam melakukan boikot terhadap produk bermerek terkenal itu.

Melansir dari laman Global Times, media yang dibiayai oleh pemerintah Beijing, seseorang yang diwawancarai memberikan komentar bahwa "setelah melihat pernyataan H&M, saya tidak akan membeli produk mereka. Mereka ingin berbisnis di Tiongkok sambil menghina orang Tiongkok pada saat yang sama. Bagaimana mereka bisa mengharapkan kita untuk membeli pakaian mereka atau mendukung mereka?"

Toko H&M di kawasan bisnis di Shanghai telah meningkatkan perlindungannya. Toko tersebut dilaporkan telah menempatkan staf keamanan di pintu untuk berjaga dan waspada terhadap perkembangan yang memanas. 

Seorang warga Shanghai bermarga Zhao juga memberikan komentar senada. Dia mengatakan "memboikot H&M tidak akan berdampak pada orang-orang seperti saya, karena ada banyak alternatif pilihan."

Raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba dan JD.com menghapus semua produk H&M dari penjualan setelah memanasnya isu tersebut.

Pada bulan September, H&M mengumumkan akan berhenti bekerja dengan pabrikan Tiongkok yang dituduh menggunakan sistem kerja paksa di unit produksi kapas Xinjiang.

2. Nike mendapatkan hantaman serupa H&M

Tiongkok Ancam Boikot Produk-produk InternasionalNike hadapi tekanan dari publik Tiongkok. (unsplash.com/Paul Volkmer)

Selain H&M, produk perlengkapan olahraga seperti Nike juga mendapatkan ancaman boikot. Melansir dari laman Associated Press, selebriti Tiongkok yang bernama Wang Yibo, mengumumkan bahwa dia melanggar kontrak dengan H&M dan Nike.

Wang mengatakan bahwa dia berhenti sebagai "duta merek" Nike. Meski begitu, dia tidak menyebutkan secara eksplisit apakah karena alasan tentang kasus kontroversial di Xinjiang. Wang disebut "dengan tegas menolak kata-kata dan tindakan apa pun yang mencemari Tiongkok."

Selain itu, masih ada penyanyi dan aktris bernama Song Qian, mantan anggota grup pop Korea f (x) yang juga dikenal sebagai Victoria Song yang akan mengakhiri kontrak dengan H&M. Aktor Huang Xuan, juga mengumumkan akan mengakhiri kontrak dukungan dengan H&M.

Aktris Tiongkok lainnya yang bernama Tang Songyun mengatakan dia memutuskan hubungan dengan Nike.

Melansir dari laman CNN, Nike mengatakan bahwa perusahaan itu "tidak mengambil produk dari (Xinjiang) dan kami telah mengonfirmasi dengan pemasok kontrak kami bahwa mereka tidak menggunakan tekstil atau benang pintal dari wilayah tersebut," kata pernyataan perusahaan.

Namun pernyataan Nike itu menimbulkan reaksi balik. Beberapa pengguna internet di Tiongkok mengatakan mereka akan berhenti membeli Nike dan akan mendukung merek lokal seperti Li Ning dan Anta, sementara yang lain mengatakan kepada Adidas untuk meninggalkan Tiongkok.

Saham perusahaan domestik Anta Sports Products Ltd dan Li Ning Co melonjak, sementara saham Adidas, Inditex dan H&M turun ketika pasar Eropa dibuka pada hari Kamis (25/3).

Baca Juga: Peretas Tiongkok Targetkan Aktivis Uighur di Luar Negeri

3. Induk pengecer Zara diam-diam hapus kecaman terhadap Xinjiang

Tiongkok Ancam Boikot Produk-produk InternasionalIlustrasi. (unsplash.com/Eli DeFaria)

Tiongkok adalah pasar yang sangat potensial bagi produk apapun. Itu karena jumlah penduduknya yang banyak. Dalam sensus tahun 2010, ada sekitar 1,3 miliar penduduk dan saat ini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 1,4 miliar penduduk.

Karena itu, serangan balik seperti gerakan boikot di Tiongkok terhadap merek atau produk dari luar, akan memiliki efek yang sangat signifikan. Beberapa perusahaan dengan merek terkenal biasanya akan meminta maaf ketika melakukan kekeliruan sehingga produk mereka dapat diterima kembali.

Salah satu produk internasional yang terkenal dan bakal berdampak adalah Zara. Ketika Inditex, induk perusahaan Zara melakukan ekspansi ke pasar Tiongkok, mereka mendapatkan peningkatan keuntungan yang signifikan. Tapi pada tahun 2019 lalu, Zara pernah dikecam dan menerima ancaman boikot karena dianggap mendukung gerakan demokrasi Hong Kong.

Dalam kasus Xinjiang, Inditex, perusahaan induk Zara juga mendapatkan tekanan internasional untuk ikut menekan Tiongkok karena tuduhan sistem kerja paksa untuk menghasilkan kapas dari Xinjiang.

Menurut Global Times, Inditex pernah menerbitkan pernyataan "tidak ada toleransi untuk kerja paksa" terkait kasus Xinjiang di situs resminya. Namun pada Kamis pagi, Global Times menemukan bahwa Inditex tampaknya diam-diam menghapus pernyataan ini dari situs resminya. Inditex yang berasal dari Spanyol tersebut, saat ini diketahui sudah tidak ditemukan pernyataan tersebut, baik itu dalam bahasa Spanyol maupun dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Filipina Minta Tiongkok Tarik Ratusan Kapal dari Laut China Selatan

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya