Comscore Tracker

Ukraina Masih Tegang, Rusia-Belarus Gelar Latihan Militer

Latihan militer untuk menghadapi kekuatan Barat 

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Rusia dan pasukan dari negara tetangganya, Belarusia, akan menggelar latihan militer pada bulan Februari. Militer Rusia dan perangkat kerasnya telah sampai di Belarusia pada 17 Januari.

Latihan dua negara mitra itu akan digelar di dekat perbatasan barat Belarusia. Perbatasan itu berdekatan dengan negara anggota NATO, yaitu Polandia dan Lithuania. Selain itu, perbatasan itu juga berdekatan dengan Ukraina.

Latihan militer yang bakal digelar di tahun 2022 oleh Rusia dan Belarus bertajuk "Allied Resolve" di tengah ketegangan hubungan tegang Ukraina-Rusia. Sekutu AS dan Barat terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan pasukan Rusia, yang dituduh merencanakan invasi ke Ukraina.

1. Latihan militer untuk menghadapi kekuatan Barat

Ukraina Masih Tegang, Rusia-Belarus Gelar Latihan MiliterPresiden Alexander Lukashenko dan Presiden Vladimir Putin (Twitter.com/President of Russia)

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, bersama dengan para petingginya telah berkumpul dan secara resmi mengungkapkan rencana latihan militer dengan pasukan Rusia.

Latihan itu akan digelar pada bulan Februari mendatang dengan lokasi yang berdekatan dengan perbatasan Polandia, Lithuania dan Ukraina. 

Dilansir The Moscow Times, Lukashenko mengatakan "rencana telah dibuat untuk meluncurkan latihan (Allied Resolve) pada bulan Februari."

Lukashenko dengan jelas juga menegaskan bahwa "latihan ini harus menyempurnakan rencana untuk menghadapi kekuatan Barat–Baltik dan Polandia, dan selatan–Ukraina".

Latihan militer yang direncanakan akan digelar itu, berlangsung di tengah upaya meredakan ketegangan Ukraina-Rusia yang sampai saat ini belum bisa terwujud. Pekan lalu, intelijen AS merilis laporan bahwa Rusia sedang mempersiapkan operasi palsu untuk menjebak Ukraina, agar memiliki dalih melakukan invasi. Rusia membantah laporan tersebut.

2. Pasukan Rusia telah tiba di Belarus untuk persiapan latihan militer

Baca Juga: Agen Intelijen Rusia Dilaporkan Tewas di Depan Kedubes Rusia, Jerman

Sejauh ini pergerakan pasukan Rusia terus dipantau oleh AS dan sekutu Barat. Itu karena penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan timur Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran bagi ancaman keamanan Ukraina dan Eropa.

Dari rencana latihan militer bulan depan itu, pasukan Rusia telah tiba di Belarus dengan perlengkapan keras militer mereka. Kabar itu disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Belarusia, Alyaksandr Volfavich.

Dilansir RFERL, sampai sejauh ini tanggal pasti latihan militer itu belum ditentukan. Rincian tentang berapa banyak personel militer yang akan dilibatkan juga belum diketahui.

Belarusia telah terlibat ketegangan dengan UE terkait pemilu presiden yang membuatnya terpilih kembali. UE membela para demonstran pro-demokrasi yang menuntut Lukashenko untuk mundur, dan menjatuhkan sanksi kepada Belarus.

Sedangkan Lukashenko yang telah berkuasa sejak tahun 1994 itu, menindak para demonstran dengan keras. Ribuan orang ditahan karena terlibat dalam protes.

Lukashenko membalas sanksi UE dengan menjadikan negaranya sebagai pintu masuk para imigran dari Asia, yang mengacaukan perbatasan dengan negara-negara anggota UE.

3. Respon terhadap penempatan pasukan NATO

Ukraina Masih Tegang, Rusia-Belarus Gelar Latihan Militerilustrasi (Pexels.com/Antonio Prado)

Meski AS dan sekutu Barat, termasuk NATO, memiliki kekhawatiran atas penumpukan sekitar 100 ribu pasukan Rusia di dekat perbatasan timur Ukraina, tapi pihak Rusia juga memiliki kekhawatiran serupa.

Rusia yang merasa terancam dengan ekspansi NATO ke negara-negara bekas pecahan Soviet, merasa khawatir dengan penempatan pasukan Barat. 

Dilansir Reuters, Kremlin mengatakan secara terpisah bahwa Estonia dilaporkan telah siap menampung hingga 5.000 tentara NATO. Itu memicu Moskow untuk memberikan respon.

"Hal-hal seperti itulah yang membuktikan bahwa kami memiliki alasan untuk khawatir dan itu membuktikan bahwa kami bukan alasan (penyebab) meningkatkan ketegangan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Baca Juga: AS Taruh Rudal di Ukraina, Rusia Ancam Kirim Militer ke Amerika Latin

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya