Comscore Tracker

Vladimir Putin Akan Bertemu Xi Jinping di Uzbekistan Pekan Depan

Menunjukkan hubungan Moskow-Beijing yang semakin erat

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu pekan depan di Uzbekistan. Kedua pemimpin tersebut akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO).

KTT SCO akan berlangsung di kota Samarkand, Uzbekistan pada 15-16 September 2022.

SCO merupakan forum politik, ekonomi, dan keamanan yang didirikan pada tahun 2001. Terdapat delapan negara anggota SCO, yakni China, India, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Pakistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.  

Baca Juga: Tolak Sanksi di Harga Gas, Putin Ancam Bekukan Eropa di Musim Dingin

1. Pertemuan tatap muka kedua Putin dan Xi dalam tahun ini

Pengumuman akan berlangsungnya pertemuan Putin dan Xi, disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk China, Andrey Denisov pada Rabu (7/9/2022). "KTT ini menjanjikan akan menarik, karena ini akan menjadi KTT penuh pertama sejak pandemik," kata Denisov, dilansir CNN.

"Kami merencanakan pertemuan para pemimpin kami yang serius dan penuh dengan agenda terperinci, yang sekarang sedang kami kerjakan dengan mitra China kami," tambahnya.

Putin pun membenarkan pernyataan tersebut. Dia memberi tahu legislator China Li Zhanshu di sebuah Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, bahwa dirinya akan segera bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China ketika ditanya perihal rencana perjalanan Xi ke Asia Tengah pada September ini, pihaknya mengatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan informasi apa pun.

Nantinya, pertemuan Putin dan Xi akan menjadi pertemuan tatap muka kedua mereka tahun ini, serta menjadi pertemuan pertama mereka sejak invasi yang dilakukan oleh Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

Baca Juga: Mau Dolar AS Keok, China Beli Minyak Rusia Pakai Rubel dan Yuan

2. Memanasnya hubungan Rusia-China dengan Barat

Vladimir Putin Akan Bertemu Xi Jinping di Uzbekistan Pekan DepanIlustrasi bendera AS (kiri) dan bendera China (kanan). (pixabay.com/mohamed_hassan)

Saat ini, baik Moskow maupun Beijing sedang dalam ketegangan hubungan dengan Barat. Rusia yang mendapatkan sanksi dari pihak Barat di bidang ekonomi dan politik hingga membuatnya terisolasi, imbas agresinya di Ukraina.

Sementara itu China berurusan dengan Barat terkait status Taiwan, hingga perlakukan China terhadap etnis Uighur di Xinjiang yang dianggap melanggar hak asasi manusia.

Disebutkan juga bahwa nantinya kunjungan Xi ke Uzbekistan akan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya dalam 2,5 tahun terakhir, sejak masa-masa awal pandemik virus COVID-19.

Xi hanya meninggalkan China Daratan sekali, yakni ketika melakukan kunjungan ke kota semi-otonom Hong Kong. Dia menghadiri upacara peringatan 25 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris ke pemerintah China.

Baca Juga: AS Akan Tunjuk Dubes untuk Kutub Utara, Saingi China dan Rusia!

3. Hubungan Rusia dan China yang semakin mesra

Baru-baru ini Moskow mengadakan latihan militer skala besar 'Vostok 2022' di wilayah Timur Jauh Rusia. Latihan yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 September tersebut juga melibatkan China, yang menunjukkan bahwa semakin eratnya hubungan Rusia dan China. 

Menurut AP News, Kedua negara juga menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka guna menentang kekuatan demokrasi liberal di dunia, khususnya di Asia, Eropa, dan sekitarnya. Rusia dan China dianggap memiliki pendirian yang sama dalam hal pemerintahan otoriter dengan perbatasan yang ketat, serta membatasi kebebasan berbicara, hak-hak minoritas atau politik oposisi.

Dalam bidang energi, raksasa energi Rusia Gazprom dan China National Petroleum Corporation (CNPC) pada 6 September, telah menandatangani beberapa perjanjian terkait peningkatan pasokan gas. Perjanjian tersebut termasuk mekanisme pembayaran dalam mata uang nasional, bukan dolar Amerika Serikat (AS).

Putin pada Rabu mengatakan bahwa China akan membayar Gazprom untuk gasnya berdasarkan pembagian 50-50 antara rubel Rusia dan yuan China, Reuters melaporkan.

Rahmah N Photo Verified Writer Rahmah N

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya