Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rentetan Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina
Serangan udara Israel di Jalur Gaza saat perang berlangsung. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza pada 19 September 2026, termasuk seorang anak perempuan dan putra Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza.
  • Serangan drone di Jabalia menewaskan Basir al-Bursh, 28 tahun, sementara serangan terhadap kendaraan sipil di pasar Sheikh Radwan menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya empat lainnya.
  • Seorang anak 10 tahun meninggal akibat luka tembak di dekat Nuseirat; otoritas Israel belum berkomentar, sementara Gaza mencatat lebih dari 1.300 kematian sejak gencatan senjata Oktober 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya empat warga Palestina tewas akibat gelombang serangan militer Israel di Jalur Gaza, Sabtu (19/9/2026). Korban jiwa dalam rangkaian gempuran tersebut mencakup seorang anak perempuan dan putra sulung dari Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza.

Tiga orang dilaporkan kehilangan nyawa dalam rangkaian serangan militer Israel pada Sabtu tersebut, sementara satu korban anak mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka tembakan yang dideritanya. Serangan mematikan ini menyasar area permukiman, pasar, hingga kamp pengungsian dari wilayah utara sampai tengah Gaza.

1. Putra dirjen kementerian kesehatan tewas diserang drone

ilustrasi drone militer (unsplash.com/Jonas)

Di Jabalia, kawasan utara Gaza, serangan peluru kendali dari pesawat nirawak atau drone Israel menewaskan Basir al-Bursh yang berusia 28 tahun. Korban merupakan putra sulung dari Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh. Insiden itu terjadi di lingkungan az-Zahra di sebelah barat kamp pengungsi saat korban berada di luar tenda penampungan yang berdekatan dengan fasilitas belajar alternatif.

Munir al-Bursh menceritakan detik-detik sebelum putranya gugur saat mereka sedang berada di lokasi kejadian. “Kami bersama berdampingan. Dia bilang padaku, 'Israel menargetkan kita berdua'. Aku menjawab, 'Bagus, setidaknya kita akan pergi ke surga bersama-sama' ... Begitu dia melangkah keluar dari tenda, dia terbunuh,” kata Munir dalam rekaman video yang diperoleh Al Jazeera. Dalam prosesi pemakaman putranya di Rumah Sakit Al-Shifa, Munir menegaskan bahwa pembunuhan tersebut merupakan “kelanjutan dari kejahatan-kejahatan Israel”.

2. Satu warga hangus dalam serangan mobil di Sheikh Radwan

ilustrasi mobil terbakar (unsplash.com/Denis Morozov)

Drone militer Israel juga melancarkan serangan terhadap sebuah kendaraan sipil di kawasan pasar Sheikh Radwan, Kota Gaza. Badan Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi bahwa gempuran tersebut menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya empat orang lainnya, termasuk dua anak-anak. Kobaran api melalap mobil tersebut selama sekurangnya setengah jam sebelum berhasil ditangani petugas darurat, dan satu jenazah korban tiba di Kompleks Medis Al-Shifa dalam kondisi hangus terbakar.

Pada hari yang sama, gempuran pasukan Israel juga menghantam lingkungan Shujayea yang berada di sebelah timur Kota Gaza. Berdasarkan keterangan sumber dari layanan ambulans dan tanggap darurat, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di kawasan permukiman itu. Sejak pagi hari, pesawat pengintai, pesawat pengebom nirawak, hingga quadcopter militer terpantau melayang pada ketinggian rendah yang membahayakan di berbagai penjuru Gaza.

3. Korban anak meninggal dan tembakan di Gaza tengah

Petugas UNRWA gendong anak di Gaza. (Ashraf Amra, CC BY-SA 3.0 igo, via Wikimedia Commons)

Di wilayah tengah Jalur Gaza, Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah mengumumkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas setelah mengalami luka parah. Anak tersebut mengalami luka akibat tembakan tentara Israel di sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat. Fasilitas medis tersebut juga mencatat seorang perempuan dan satu orang warga lainnya terluka akibat tembakan tentara di sebelah timur kamp pengungsi Maghazi.

Hingga saat ini, pihak otoritas militer Israel belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi mengenai rangkaian serangan tersebut. Dilansir Arab News, eskalasi kekerasan terus memakan korban meski kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah disepakati sejak Oktober 2025. Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 1.300 orang telah tewas di wilayah kantong tersebut sejak pengumuman gencatan senjata dikeluarkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article