Gempuran Militer Israel di Jalur Gaza Tewaskan 3 Warga Palestina

- Serangan militer Israel di Kota Gaza, Khan Younis, dan Al Zawaida pada Senin menewaskan tiga warga Palestina serta melukai lebih dari 30 orang, termasuk empat anak-anak.
- Gempuran menyasar kendaraan sipil, tenda pengungsian, kerumunan warga, dan area padat penduduk; sejumlah korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
- Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata telah menewaskan 1.372 warga dan melukai 4.659 lainnya hingga Senin.
Jakarta, IDN Times - Serangan militer Israel di berbagai wilayah Gaza pada Senin menewaskan tiga warga Palestina dan melukai lebih dari 30 orang lainnya, termasuk empat anak-anak. Menurut sumber medis Palestina, serangan tersebut menyasar Kota Gaza, Khan Younis, dan kota Al Zawaida di bagian tengah.
Sebagaimana dilansir TRT World, gempuran tersebut menghantam tenda-tenda tempat penampungan keluarga pengungsi, kerumunan warga sipil, hingga satu unit kendaraan. Serangan pesawat nirawak dan tembakan senjata tersebut terus berlanjut di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berjalan.
1. Serangan di wilayah Kota Gaza menyasar kendaraan dan tenda

ilustrasi kamp pengungsi (pexels.com/Ahmed akacha) Di wilayah utara Kota Gaza, sebuah serangan pesawat nirawak Israel menghantam kendaraan sipil di lingkungan Al Saftawi. Menurut keterangan sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa, serangan terhadap kendaraan tersebut menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya. Korban lainnya bernama Mohammed Khader Ajjour yang berusia 50 tahun juga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Ajjour terluka ketika pesawat nirawak Israel menyerang sebuah tenda di atap rumahnya yang berdekatan dengan Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan militer Israel lainnya turut menghantam tenda penampungan di area padat penduduk di pusat Kota Gaza. Insiden di kawasan pusat kota tersebut mengakibatkan sepuluh warga Palestina mengalami luka-luka. Dua di antara korban luka dalam serangan di lokasi tersebut dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
2. Gempuran terhadap pengungsi di Khan Younis dan Al Zawaida

potret anak-anak Gaza di kamp pengungsi (unsplash.com/Mohammed Ibrahim) Di wilayah selatan Gaza, serangan pesawat nirawak Israel menargetkan tenda penampungan keluarga pengungsi Palestina di area Al-Mawasi, Khan Younis. Serangan di kawasan pengungsian tersebut menewaskan satu orang dan melukai tujuh warga lainnya. Serangan lain di dekat tenda penampungan di Al-Mawasi melukai delapan warga Palestina, termasuk empat anak-anak, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Kendaraan militer Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan di sebelah timur Khan Younis yang melukai seorang warga Palestina. Pada saat bersamaan, sebuah serangan pesawat nirawak yang menyasar kerumunan warga sipil di kota Al Zawaida melukai dua orang.
3. Korban terus bertambah di tengah pelanggaran gencatan senjata

Polisi Israel (Israel Police, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons) Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dilansir TRT World, pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh pihak militer Israel telah menewaskan 1.372 warga Palestina hingga Senin. Selain korban jiwa, kementerian tersebut mencatat sebanyak 4.659 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian insiden tersebut.
Sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang. Rangkaian serangan yang berlangsung selama hampir tiga tahun tersebut juga merusak atau menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di kawasan yang terkepung itu. Kehancuran fasilitas sipil tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza kini berada dalam kondisi hancur lebur.





















