Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Desak CoC Laut China Selatan Dirampungkan Sesegera Mungkin
Menlu RI Sugiono menghadiri Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)
  • Menlu RI Sugiono mendesak ASEAN menuntaskan Code of Conduct Laut China Selatan tahun ini sebagai ujian kredibilitas organisasi dalam menjaga perdamaian dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
  • Indonesia mengusulkan pembentukan forum konsuler ASEAN untuk memperkuat perlindungan warga di luar negeri serta mendorong kerja sama konkret menghadapi krisis, ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok.
  • Sugiono meminta ASEAN fokus pada manfaat nyata bagi masyarakat, menyambut Turki sebagai Mitra Wicara baru, dan menegaskan pentingnya penguatan mandat menuju Visi Komunitas ASEAN 2045.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Sugiono, orang penting dari Indonesia, bilang ke teman-teman di ASEAN supaya cepat bikin aturan buat Laut China Selatan biar lautnya aman dan damai. Dia ngomong itu waktu rapat di Filipina. Katanya orang sudah nunggu lama banget aturannya. Sekarang mereka mau kerja sama juga buat jaga warga dan bantu negara kalau ada masalah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendesak ASEAN menyelesaikan perundingan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan pada tahun ini. Menurutnya, penyelesaian aturan tersebut menjadi salah satu tolok ukur kredibilitas ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat sesi pleno Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) di Manila, Filipina, Selasa (21/7/2026).

Dalam pidatonya, Sugiono menilai, ASEAN telah menunjukkan kemampuannya berkembang sebagai organisasi kawasan. Namun, ia menegaskan tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati benar-benar diwujudkan.

“ASEAN telah membuktikan organisasi ini mampu berkembang. Sekarang pertanyaan yang lebih menantang: apakah ASEAN mampu memenuhi janji-janjinya?” ujar Sugiono.

1. RI desak CoC Laut China Selatan segera rampung

Laut China Selatan (pixabay.com/user1488365914)

Sugiono mengatakan ujian pertama bagi kredibilitas ASEAN adalah menjaga perdamaian dan memastikan kawasan tetap berlandaskan aturan hukum internasional. Karena itu, Indonesia mendorong penyelesaian Code of Conductdi Laut China Selatan dapat diselesaikan secara efektif, substantif, dan berpedoman pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Menurutnya, masyarakat kawasan telah menunggu terlalu lama hadirnya aturan yang mengatur perilaku para pihak di Laut China Selatan.

“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi. Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” tegasnya.

2. Indonesia dorong penguatan pelindungan warga ASEAN

Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Manila, Filipina. (Dok. ASEAN Secretariat)

Selain isu keamanan kawasan, Sugiono menilai kredibilitas ASEAN juga harus tercermin dalam perlindungan terhadap masyarakatnya. Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum sebagai wadah memperkuat koordinasi pelindungan warga negara ASEAN di luar negeri, khususnya saat menghadapi konflik maupun keadaan darurat.

Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global, Sugiono juga mendorong agar kemitraan ASEAN dengan negara-negara mitra lebih diarahkan pada kebutuhan konkret kawasan. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu difokuskan untuk memperkuat respons terhadap krisis, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penguatan rantai pasok.

3. Sugiono minta ASEAN fokus pada manfaat bagi masyarakat

Menlu Filipina Theresa P. Lazaro membuka Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Luar Negeri ASEAN juga secara resmi menerima Turki sebagai Mitra Wicara ASEAN. Indonesia berharap kehadiran Turki sebagai mitra baru dapat menghasilkan kerja sama konkret yang mendukung pembangunan Komunitas ASEAN.

Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Sugiono juga mendorong penguatan mandat serta sumber daya organisasi agar sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045.

“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” kata Sugiono.

Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN dan rangkaian pertemuan terkait berlangsung di Manila pada 20–24 Juli 2026. Forum tersebut dihadiri para menteri luar negeri negara anggota ASEAN beserta mitra eksternal untuk membahas pembangunan Komunitas ASEAN, hubungan eksternal, serta berbagai isu kawasan dan global. Tahun ini, Filipina memegang Keketuaan ASEAN dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together.”

Editorial Team

Related Article