- Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB
- Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB
- Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB
- Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status CLOSED, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB
- Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Penutupan Bandara Raden Inten hingga Husein Sastranegara Diperpanjang

- Lima bandara, termasuk Raden Inten II Lampung dan Husein Sastranegara Bandung, masih ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga estimasi 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.
- Bandara lain yang terdampak penutupan ialah Budiarto Curug, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Pondok Cabe, dengan waktu mulai penutupan berbeda pada pagi hari.
- Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu kembali dibuka mulai pukul 08.12 WIB; AirNav menyebut penyesuaian status dilakukan demi keselamatan penerbangan sambil memantau abu vulkanik.
Jakarta, IDN Times - Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO) dan empat bandar udara lainnya masih berstatus closed (ditutup) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika terbaru oleh AirNav Indonesia, periode penutupan kelima bandar udara tersebut diperpanjang hingga estimasi Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB.
Bandar udara yang masih berstatus closed tersebut yaitu:
“Sementara itu, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026,” kata Executive Vice President of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulisnya.
Dia menjelaskan, penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan,” ujar dia.



















