Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RI: Iran Masih Anggota D-8, Persiapan KTT April Terus Berjalan
Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam jumpa pers mingguan, Kamis (8/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Kemlu RI menegaskan Iran masih menjadi anggota aktif D-8 meski situasi geopolitik memanas, dan Indonesia sebagai ketua terus memantau perkembangan keamanan kawasan.
  • Pemerintah memastikan persiapan KTT D-8 di Jakarta pada 15 April 2026 tetap berjalan sesuai rencana dengan koordinasi intensif bersama seluruh negara anggota.
  • D-8 merupakan organisasi ekonomi negara berkembang mayoritas Muslim yang fokus pada kerja sama perdagangan, investasi, dan pembangunan untuk memperkuat solidaritas global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Iran hingga kini masih tercatat sebagai anggota organisasi Developing Eight (D-8). Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat konflik yang melibatkan Iran.

Indonesia saat ini memegang posisi sebagai Ketua D-8 dan dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi tersebut pada April 2026. Pemerintah menyatakan seluruh persiapan menuju pertemuan tingkat tinggi tersebut tetap berjalan sesuai rencana.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan, status keanggotaan Iran dalam organisasi tersebut tidak berubah. Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi keamanan yang berkaitan dengan negara tersebut.

“Keanggotaan Iran, sejauh yang saya ketahui, masih,” kata Yvonne dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Meski konflik di kawasan Timur Tengah terus berkembang, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjalankan agenda organisasi tersebut dengan tetap memperhatikan dinamika situasi global.

1. Indonesia tekankan pentingnya de-eskalasi

Press briefing Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/3/2026). (IDN Times/Marcheilla)

Sebagai ketua organisasi, Indonesia menegaskan pentingnya upaya meredakan ketegangan di kawasan yang sedang dilanda konflik. Pemerintah menilai stabilitas internasional sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kerja sama antarnegara anggota.

Yvonne mengatakan Indonesia terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara saksama. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai agenda organisasi tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan global.

“Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara saksama dan sebagai Ketua D-8, kita juga terus menekankan pentingnya de-eskalasi dan berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Yvonne.

Ia menambahkan, Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan seluruh negara anggota D-8 untuk memastikan koordinasi tetap berjalan dengan baik.

Pendekatan diplomatik tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas kerja sama di tengah dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.

2. Persiapan KTT D-8 di Jakarta tetap berjalan

Ilustrasi gedung Kementerian Luar Negeri di Pejambon, Jakarta Pusat. (IDN Times/Sonya Michaella)

Pemerintah Indonesia memastikan persiapan penyelenggaraan KTT D-8 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang tetap berjalan sesuai rencana. Berbagai langkah teknis dan koordinasi terus dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Yvonne, pemerintah saat ini masih fokus pada berbagai persiapan yang diperlukan untuk memastikan pertemuan tingkat tinggi tersebut dapat terselenggara dengan baik.

“Khusus terkait KTT D-8 yang dijadwalkan pada April, semua persiapan terus berjalan dan hingga saat ini Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, serta terus berkomunikasi secara erat dengan seluruh anggota D-8,” ujarnya.

Komunikasi dengan negara anggota juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan masing-masing delegasi dalam menghadiri pertemuan tersebut.

KTT D-8 tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta.

3. Mengenal Organisasi Developing Eight (D-8)

Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla)

Developing Eight atau D-8 merupakan organisasi internasional yang dibentuk pada 1997. Organisasi ini beranggotakan negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Fokus utama kerja sama dalam organisasi ini berada pada bidang ekonomi, termasuk perdagangan, investasi, dan pembangunan antarnegara anggota. Anggota D-8 saat ini meliputi Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Menurut data dari portal resmi Kementerian Luar Negeri, negara-negara anggota organisasi tersebut mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia. Secara kolektif, mereka memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 5,1 triliun dolar AS. Selain itu, perdagangan antarnegara anggota D-8 tercatat mencapai sekitar 157 miliar dolar AS.

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.” Tema tersebut menegaskan fokus Indonesia pada penguatan kerja sama ekonomi, inklusivitas, serta ketahanan menghadapi dinamika global.

Editorial Team