RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Ekonomi Kreatif Internasional, 51 Negara Hadir

Indonesia menjadi tuan rumah WCCE 2026 pada 21–23 Oktober dengan sekitar 1.500 peserta dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional.
Rangkaian acara mencakup konferensi di Hotel Indonesia Kempinski dan Creative Village di GBK, dengan perkiraan lebih dari 20 ribu pengunjung.
WCCE diarahkan memperkenalkan potensi kreatif Indonesia, memperluas kolaborasi internasional, dan menghasilkan dokumen bersama.
Jakarta, IDN Times - Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi ekonomi kreatif internasional, The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, pada 21–23 Oktober 2026. Sejauh ini, sekitar 1.500 peserta dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional telah terkonfirmasi menghadiri kegiatan tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan Indonesia siap menjadi ruang dialog internasional untuk membahas masa depan ekonomi kreatif dunia. Menurutnya, forum ini juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi industri kreatif Indonesia kepada masyarakat global.
“Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog terkait masa depan ekonomi kreatif dunia. Bagi Indonesia, WCCE bukan hanya forum internasional, melainkan kesempatan strategis untuk membawa potensi kreativitas kita ke panggung global,” kata Riefky dalam konferensi pers WCCE 2026, Kamis (15/10/2026).
Selain konferensi, WCCE 2026 akan menghadirkan Creative Village yang diperkirakan menarik lebih dari 20 ribu pengunjung selama lima hari penyelenggaraan. Agenda tersebut diharapkan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra internasional sekaligus memperluas peluang kolaborasi lintas sektor.
1. WCCE 2026 diikuti 51 negara dan tujuh organisasi internasional

Plt Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Kamapradipta Isnomo (kiri), Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Fadli Tri Hartono (kedua kiri), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kedua kanan) Konferensi Pers World Conference on Creative Economic (WCCE) 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Dalam pemaparan oleh pihak Kementerian Ekonomi Kreatif RI sekitar 1.500 peserta dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional telah terkonfirmasi mengikuti WCCE 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan konferensi.
Tujuh organisasi internasional yang tercatat hadir meliputi Sekretariat ASEAN, Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS), Organisation for Economic Co-operation and Development(OECD), Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UNDESA), UNESCO, serta Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) melalui perwakilan pelapor khusus.
Panitia juga mencatat lebih dari 45 pembicara terkonfirmasi dari lebih dari 12 negara. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pejabat pemerintah, kepala daerah, pimpinan organisasi internasional, akademisi, investor, hingga pelaku industri kreatif.
Sejumlah tokoh Indonesia yang dijadwalkan menjadi pembicara antara lain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala BRIN Arief Satria, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Dari kalangan internasional, pembicara yang terkonfirmasi antara lain Menteri Dalam Negeri dan Seni Australia Tony Burke serta Felipe Buitrago, mantan Menteri Kebudayaan Kolombia yang dikenal sebagai salah satu penggagas konsep Orange Economy. Sejumlah pelaku industri kreatif global juga dijadwalkan hadir, termasuk perwakilan MasterClass, Pinkfong, Netflix, YouTube, dan Infinite Frameworks Studios.
2. Konferensi dan Creative Village digelar di lokasi berbeda

Plt Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Kamapradipta Isnomo (kiri), Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Fadli Tri Hartono (kedua kiri), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kedua kanan) Konferensi Pers World Conference on Creative Economic (WCCE) 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) WCCE 2026 mengusung tema Inclusively Creative, Collectively Continuity. Tema ini menekankan tiga prinsip utama, yakni inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Riefky mengatakan konferensi tersebut dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai momentum untuk mempertemukan ekosistem kreatif Indonesia dengan jejaring internasional.
“Tema ini menegaskan tiga prinsip utama, inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan,” ujar Riefky.
Penyelenggaraan WCCE 2026 akan mencakup rangkaian konferensi dan kegiatan Creative Village di dua lokasi. Konferensi dijadwalkan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, sedangkan Creative Village akan digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Berbeda dari sesi konferensi yang berfokus pada dialog dan pembahasan kebijakan, Creative Village dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan publik dengan ekosistem ekonomi kreatif. Kegiatan ini diperkirakan menarik lebih dari 20 ribu pengunjung selama lima hari penyelenggaraan.
Menurut Riefky, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku kreatif nasional dengan calon mitra dari luar negeri. Dengan begitu, forum ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.
3. WCCE jadi momentum memperkuat posisi Indonesia

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Dok/Istimewa). WCCE pertama kali diselenggarakan di Bali pada 2018. Setelah itu, konferensi berlangsung di Dubai pada 2021, kembali ke Bali pada 2022, dan digelar di Tashkent, Uzbekistan, pada 2024. Indonesia kembali menjadi tuan rumah pada edisi kelima tahun ini.
Riefky menilai WCCE memiliki arti strategis bagi Indonesia karena memberikan ruang untuk memperkenalkan potensi kreativitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan ekonomi kreatif di tingkat internasional.
“WCCE tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat reputasi dan kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi kreatif internasional,” kata Riefky.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif perlu menjadi bagian dari agenda pembangunan global, terutama menjelang berakhirnya periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Karena itu, penyelenggaraan WCCE 2026 diarahkan untuk menghasilkan dokumen bersama yang dapat menjadi dasar penguatan kerja sama internasional di bidang ekonomi kreatif. Dokumen tersebut akan dibahas melalui rangkaian pertemuan selama konferensi.



















