Jakarta, IDN Times - Indonesia menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon bukan sekadar insiden keamanan, melainkan bagian dari pola yang berpotensi melemahkan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan tersebut.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Umar Hadi menegaskan, serangan berulang terhadap kontingen UNIFIL, termasuk prajurit TNI, menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keberlangsungan mandat misi perdamaian.
Ia menyebut, dalam beberapa pekan terakhir, intensitas serangan terhadap peacekeeper meningkat seiring memburuknya situasi keamanan di Lebanon selatan.
“Serangan-serangan berulang ini bukan sekadar insiden, melainkan serangan yang disengaja dan bertujuan melemahkan UNIFIL serta menghalangi kemampuannya dalam memenuhi mandat Resolusi 1701,” tegas Umar dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Rabu (1/4/2026) dini hari waktu Indonesia.
Pernyataan ini menandai sikap Indonesia yang tidak hanya mengecam, tetapi juga mulai melihat serangan sebagai bagian dari dinamika yang lebih luas terhadap eksistensi UNIFIL itu sendiri.
