Legislator NasDem Usul Penyiar Televisi Sampaikan Salam Pancasila

- Anggota DPR Sadiq Pasadigoe mendorong BPIP lebih aktif membumikan nilai Pancasila, termasuk usulan agar penyiar televisi mengucapkan 'Salam Pancasila' untuk memperkuat kesadaran generasi muda.
- Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi menjelaskan lembaganya telah menjalankan berbagai program strategis seperti sosialisasi, pelatihan, dan pembinaan relawan guna memperkokoh ideologi Pancasila di masyarakat.
- BPIP menargetkan pada 2027 fokus pada pengarusutamaan Pancasila, pembudayaan gotong royong, serta pembangunan fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung pembinaan ideologi nasional.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XIII DPR RI, Sadiq Pasadigoe, meminta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) gencar membumikan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Menurut dia, sosialisasi Pancasila berperan penting untuk membentengi generasi muda saat ini.
Menurut Sadiw, BPIP bisa sesederhana mewajibkan para penyiar televisi mengucapkan "Salam Pancasila" setiap kali memulai untuk siaran. Menurutnya, langkah ini bisa efektif untuk membumikan Pancasila bagi generasi muda.
“Saya melihat dari greget yang dilakukan oleh BPIP masih jauh dari harapan. Contohnya saja kita menyosialisasikan Pancasila, bagaimana Pancasila itu betul-betul tersosialisasi secara massal di negara kita ini,” ujar Sadiq dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kepala BPIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).
1. Pancasila mampu bentuk karakter generasi muda

Anggota Fraksi Partai NasDem ini menegaskan, pemahaman Pancasila mampu membentuk karakter yang berintegritas dan menjauhkan seseorang dari pelanggaran hukum.
“Salah satu faktor saya tidak tersangkut perkara hukum jangankan kena periksa, kena panggil saja saya tidak pernah, karena saya pegang Pancasila itu sebagai karakter diri saya. Jadi saya minta kepada bapak, tolong BPIP itu jangan lembek,” kata dia.
Sadiq menegaskan, Komisi XIII siap mendukung BPIP dalam memperkuat ideologi bangsa. Hal ini krusial agar Pancasila, berdampingan dengan agama, benar-benar menjadi identitas yang menjaga moral masyarakat dari tindakan-tindakan yang melanggar aturan.
“Dengan adanya Pancasila itu, saya yakin, di samping agama itu akan membentuk karakter orang Indonesia yang baik,” kata dia.
2. BPIP akui terus berupaya memperkokoh Pancasila

Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menyampaikan, BPIP telah berupaya menjalankan mandat strategis untuk memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menurut Prof. Yudian, hingga Mei 2026, BPIP telah melaksanakan berbagai program prioritas nasional yang mencakup sosialisasi dan komunikasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), pengembangan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, pembudayaan nilai-nilai Pancasila, pendidikan dan pelatihan PIP, pembinaan Paskibraka dan Purnapaskibraka Duta Pancasila, hingga pengukuran aktualisasi Pancasila.
“Pembinaan ideologi Pancasila merupakan investasi strategis bangsa yang harus terus diperkuat agar nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi dan teraktualisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar dia.
3. BPIP bakal prioritaskan pemahaman Pancasila pada 2027
Pada 2027, BPIP berkomitmen untuk memperkuat program prioritas, antara lain pengarusutamaan Pancasila dan pembudayaan gotong-royong di tengah masyarakat, sosialisasi dan komunikasi PIP, penyelarasan regulasi yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila, pendidikan dan pelatihan PIP, pembinaan Paskibraka dan Purnapaskibraka Duta Pancasila, serta pengukuran indeks aktualisasi Pancasila.
Selain itu, BPIP juga menyampaikan kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pembinaan Ideologi Pancasila yang akan mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pejabat pimpinan tinggi serta pelaksanaan pemusatan calon Paskibraka Tingkat Pusat.

















