The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance) merupakan salah satu penghargaan tertinggi Kerajaan Yordania Hasyimiah yang diberikan kepada raja, pangeran, dan kepala negara, serta dapat pula dianugerahkan kepada perdana menteri. Penghargaan ini memiliki beberapa tingkatan, dengan Bejewelled Grand Cordon yang merupakan tingkatan tertinggi dan paling bergengsi dari kategori tanda jasa dan kehormatan tersebut.
Jejak Kolonel Achmad Fikri, TNI AD Pertama yang Lulus di Yordania

- Kolonel Inf. Achmad Fikri Dalimunthe menjadi prajurit TNI AD pertama yang lulus dari Royal Jordanian National Defence College Yordania dengan predikat excellent dan meraih gelar Master in Management and Strategic Studies.
- Pendidikan RJNDC tahun akademik 2026 diikuti 146 peserta dari 13 negara, memberikan kesempatan bagi Kolonel Fikri memperluas wawasan strategis serta jejaring kerja sama internasional di bidang pertahanan.
- Keberhasilan ini turut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia–Yordania, diperkuat melalui kunjungan timbal balik Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II serta penganugerahan penghargaan kehormatan kerajaan.
Jakarta, IDN Times - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan perwira menengah di TNI Angkatan Darat (AD). Kolonel Inf. Achmad Fikri Dalimunthe menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil menuntaskan pendidikannya di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania. Ia juga sekaligus meraih gelar master di bidang Management and Strategic Studies dengan hasil pendidikan kategori excellent.
Dikutip dari keterangan pers TNI AD, upacara wisuda dan penutupan pendidikan RJNDC angkatan ke-23 tahun akademik 2025-2026 digelar pada 15 Juni 2026 di Amman, Yordania. Upcara penutupan dipimpin Pangeran Faisal bin Al Hussein yang juga adik kandung Raja Yordania, Abdullah II. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono.
"Royal Jordanian National Defence College yang sebelumnya dikenal sebagai Royal Jordanian War College (RJWC) merupakan lembaga pendidikan setingkat Lemhanas, yang menyiapkan calon pemimpin sipil dan militer pada level strategis nasional," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Kolonel Achmad Fikri juga termasuk ke dalam kelompok peserta yang mengikuti program magister. Dari total 146 peserta, hanya 70 orang yang mengambil program akademik tersebut. Ia berhak menyandang gelar Master in Management and Strategic Studies.
"Dia juga berhasil meraih postgraduate diploma in National Resource Management and Military Sciences," tutur dia.
1. Keberhasilan Kolonel Achmad Fikri jadi tonggak sejarah

Lebih lanjut, keberhasilan Kolonel Achmad Fikri menuntaskan pendidikan tersebut juga menjadi tonggak sejarah bagi TNI. Sebab, untuk kali pertama, prajurit TNI mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di RJNDC Yordania.
"Capaian tersebut mencerminkan kualitas sumber daya manusia TNI AD yang mampu bersaing dan berprestasi di lingkungan pendidikan strategis internasional," kata Donny.
Pendidikan di RJNDC, kata Donny, memberikan bekal signifikan dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi personel pada tingkat strategis. Para peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, manajemen sumber daya nasional hingga proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
2. Lemhanas Yordania tahun akademik 2026 diikuti 146 peserta dari 13 negara

Selama mengikuti pendidikan di RJNDC, Kolonel Achmad Fikri bisa berinteraksi dengan 145 peserta lainnya dari Yordania dan belasan negara asing. Total peserta dari Yordania mencapai 76 orang.
Sedangkan, peserta internasional berasal dari 13 negara sahabat yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Mesir, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria dan Tanzania.
Keikutsertaan prajurit TNI AD dalam berbagai lembaga pendidikan strategis dunia merupakan bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berwawasan global.
"Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kerja sama internasional dan mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara di masa depan," tutur Donny.
3. Relasi Indonesia dan Yordania sangat erat

Sementara, peluang bagi Kolonel Achmad Fikri mendapat pendidikan singkat di RJNDC tidak terlepas dari hubungan baik antara Indonesia dan Yordania. Presiden Prabowo Subianto diketahui merupakan karib Raja Abdullah II.
Ia berkunjung ke Indonesia pada November 2025. Kemudian Prabowo berkunjung ke Amman pada Februari 2026, untuk membahas penanganan krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Ketika Raja Abdullah II berkunjung ke Jakarta, ia memberikan penghargaan "The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)" dalam sebuah acara yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.
Penganugerahan ini mencerminkan pengakuan dan penghormatan Raja Abdullah II ibn Al Hussein atas kontribusi Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania, khususnya dalam kerja sama di bidang kemanusiaan, stabilitas kawasan, pertahanan, dan isu-isu global yang menjadi perhatian kedua negara.

















