Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ribuan Warga Israel Demo, Protes Perang Iran
ilustrasi demo yang dilakukan warga Israel (unsplash.com/Arik Shraga)
  • Ribuan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv memprotes perang Iran, isu korupsi PM Netanyahu, dan perombakan sistem peradilan yang dinilai merugikan masyarakat.
  • Jumlah peserta demo mencapai ribuan orang, melebihi batas izin pemerintah; tiga orang sempat ditahan karena melanggar garis polisi namun segera dibebaskan.
  • Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mereda setelah gencatan senjata dua pekan disepakati, meski negosiasi damai permanen masih menemui kebuntuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Israel dilaporkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Tel Aviv pada Sabtu (11/4/2026). Demo ini digelar sebagai bentuk protes warga Israel terhadap perang Iran. Sebab, perang tersebut berdampak pada mereka. Selain itu, demo ini juga digelar untuk memprotes sejumlah isu di Israel, seperti isu korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan isu perombakan sistem peradilan yang dianggap merugikan. 

Dalam foto-foto yang tersebar di internet, para peserta demo terlihat memadati Habima Square yang ada di Tel Aviv. Mereka membawa poster-poster yang menggambarkan protes terhadap perang Iran dan PM Netanyahu seraya meneriakan “Damai, kebebasan, keadilan sosial”. Puluhan polisi juga terlihat di sekitar lokasi untuk mengamankan peserta agar demo tidak berujung anarkis.   

1. Demo diikuti oleh 10 ribu warga Israel

ilustrasi demo yang dilakukan warga Israel (unsplash.com/Yoav Aziz)

Salah satu peserta bernama Alon Lee Green mengatakan, demo tersebut diikuti oleh 10 ribu warga Israel. Sementara itu, media Israel, Haaretz, melaporkan bahwa demo diikuti oleh 2 ribu orang. Jumlah ini melebihi aturan demo yang ditetapkan oleh Pemerintah Israel.

Sebab, menurut aturan terbaru, hanya ada 1.000 warga Israel yang dibolehkan ikut demo. Pembatasan ini ditetapkan karena ancaman keamanan akibat perang Iran. 

Berdasarkan laporan Haaretz yang dikutip Times of Israel, sebanyak tiga orang ditangkap karena berdemo hingga melewati garis polisi. Namun, ketiganya dibebaskan usai satu jam ditahan. Hal ini karena polisi menganggap pelanggaran yang mereka lakukan bukan pelanggaran yang berat.

2. Peserta demo mengkritik pihak oposisi Israel

ilustrasi demo (pexels.com/Brett Sayles)

Dalam demo tersebut, salah satu peserta mengkritik pihak oposisi di Pemerintah Israel. Salah satu peserta bernama Ayman Odeh menganggap pihak oposisi seperti tidak punya nyali untuk melawan rezim Netanyahu yang lalim karena terus menerus menggelar perang, baik dengan Palestina maupun Iran. 

“Saya percaya bahwa Anda tidak membutuhkan kemitraan Yahudi-Arab untuk perang. Namun, Anda membutuhkan kemitraan Yahudi-Arab untuk perdamaian. Kita memiliki masalah, yaitu kita memiliki oposisi yang lemah yang tidak menawarkan alternatif moral kepada pemerintah. Alternatif moral bagi pemerintah ini adalah perdamaian,” ujar Odeh saat diwawancara oleh media.

3. Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sudah mereda

ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Sebagai informasi, perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini sudah mereda. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini akhirnya disepakati usai AS dan Israel menggempur Iran selama lebih dari satu bulan. 

AS dan Iran juga sudah menggelar negosiasi di Islamabad, Pakistan, selama 21 jam. Negosiasi ini dilakukan untuk membuat perang antara AS, Israel, dan Iran berakhir secara permanen. Namun, upaya tersebut mengalami kebuntuan. Sebab, AS dan Iran sama-sama belum mencapai kesepakatan damai.  

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan. Saya pikir, itu merupakan kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai menggelar pertemuan dengan perwakilan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team