140 Situs Bersejarah Iran Rusak akibat Serangan AS-Israel

- Sebanyak 140 situs bersejarah di 20 provinsi Iran rusak akibat serangan AS dan Israel sejak akhir Februari 2026, dengan kerugian mencapai sekitar Rp3 triliun.
- Iran mengalami kerugian ekonomi hingga Rp2,4 kuadriliun serta kerusakan besar pada alutsista, termasuk ratusan mesin peluncur rudal balistik yang hancur akibat perang tersebut.
- Meski gencatan senjata dua pekan telah disepakati dan negosiasi perdamaian digelar di Islamabad, AS dan Iran belum berhasil mencapai kesepakatan damai permanen.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 140 situs bersejarah yang tersebar di 20 provinsi di Iran dilaporkan rusak akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu. Menurut laporan media Iran, IRNA, yang dikutip Anadolu Agency pada Sabtu (11/4/2026), kerusakan tersebut menelan kerugian sebesar 7,5 triliun tomans atau setara Rp3 triliun.
Menurut Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran, kota dengan jumlah situs bersejarah rusak terbanyak adalah Teheran. Tercatat, ada sekitar 63 situs bersejarah di sana yang rusak parah akibat serangan AS dan Israel. Sementara itu, Isfahan dan Golestan ada di posisi ke-2 dan ke-3 dengan jumlah masing-masing 23 dan 12 situs bersejarah rusak.
1. Iran menderita kerugian ekonomi besar akibat perang dengan AS-Israel

Sebelumnya, Iran dilaporkan mengalami kerugian ekonomi hingga 145 miliar dolar AS atau setara Rp2,4 kuadriliun imbas perang dengan AS dan Israel. Laporan ini didapat dari sumber internal pemerintah dan sumber intelijen Iran yang dikutip oleh Jerusalem Post pada Kamis (9/4/2026). Jumlah tersebut sudah termasuk kerugian yang timbul akibat rusaknya situs-situs bersejarah di Iran.
Selain menderita kerugian ekonomi, perang dengan AS dan Israel juga membuat banyak alutsista milik Iran rusak. Salah satu alutsista yang mengalami banyak kerusakan adalah mesin peluncur rudal. Tercatat, sekitar 160 sampai 190 mesin peluncur rudal balistik milik Iran telah rusak imbas perang dengan AS dan Israel.
2. Perang antara Iran dengan AS dan Israel sudah mereda

Meski begitu Iran setidaknya kini bisa sedikit bernapas lega. Sebab, perang dengan AS dan Israel sudah mereda. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini akhirnya disepakati usai AS dan Israel membombardir Iran selama lebih dari satu bulan.
Gencatan senjata ini lantas disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengatakan, keputusan tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang.
3. AS dan Iran sudah menggelar negosiasi perdamaian

AS dan Iran juga sudah menggelar negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan, selama 21 jam. Negosiasi ini dilakukan untuk membuat perang antara AS, Israel, dan Iran berakhir secara permanen. Namun, upaya tersebut mengalami kebuntuan. Sebab, AS dan Iran sama-sama belum mencapai kesepakatan damai.
“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai menggelar pertemuan dengan perwakilan Iran, seperti dilansir Times of Israel.
Namun, seorang sumber internal Pemerintah Pakistan mengatakan, proses negosiasi antara AS dan iran akan dilanjutkan. Hal ini merupakan upaya agar perang antara Iran dengan AS dan Israel bisa berakhir permanen.


















