Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah Politikus Yunani Dibom, Polisi Sukses Tangkap Terduga Pelaku
ilustrasi bendera Yunani (unsplash.com/vonshnauzer)
  • Polisi Anti-Teroris Yunani menangkap tiga terduga pelaku pemboman rumah politikus Aphroditi Nestora di Thessaloniki, yang menewaskan ibunya dan melukai lima orang lainnya.
  • Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengecam keras serangan bom tersebut, menyebutnya sebagai tindakan terorisme pengecut dan menegaskan komitmen pemerintah melawan kekerasan politik.
  • Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan politik di Yunani sejak 1970-an, dengan serangan-serangan sebelumnya juga menargetkan tokoh publik dan aparat keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polisi Anti-Teroris Yunani, pada Jumat (10/7/2026), berhasil menangkap tiga terduga pelaku pemboman di rumah politikus Partai Demokrasi Baru (ND), Aphroditi Nestora. Insiden pemboman di Thessaloniki ini menunjukkan adanya kekerasan politik di Yunani. 

Penangkapan ini hasil dari penyelidikan anti-terorisme di Thessaloniki dan Pulau Kreta. Polisi menyebut, salah satu terduga pelaku diduga memiliki hubungan dengan pergerakan anarkisme dan pergi ke Kreta untuk menghindari penangkapan. 

1. Terduga pelaku terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan

ilustrasi ledakan bom (unsplash.com/kingmaphotos)

Polisi Yunani mengatakan bahwa terduga pelaku yang ditangkap terdiri dari perempuan berusia 26 tahun dan 2 laki-laki berusia 29 dan 24 tahun. Pihaknya menyebut rumah laki-laki berusia 24 tahun itu dekat dengan rumah Nestora. 

Dilansir Balkan Insight, kedua terduga pelaku datang ke rumah pria berusia 24 tahun itu sebelum melancarkan serangan. Mereka diduga sudah memasang alat peledak dan kembali ke rumah di dekat lokasi kejadian untuk berganti pakaian. 

Insiden pemboman itu terjadi pada 1 Juli 2026 pada pukul 04.00 dini hari. Serangan itu membuat ibu eks kandidat Partai ND, Vagia Nestora tewas. Sedangkan lima orang lainnya, termasuk Nestora sendiri dan anggota keluarganya harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena luka parah.

2. PM Yunani kecam serangan bom di rumah Nestora

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis. (European Parliament, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Menyusul insiden ini, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengecam serangan tersebut. Ia menyebut bahwa serangan ini adalah sebuah serangan teroris, pengecut, dan pembunuhan yang keji. 

“Kunjungan saya ke Thessaloniki ini untuk menunjukkan pesan jelas dan terus terang dalam menolak segala bentuk terorisme yang mungkin terjadi di negara kita,” ungkapnya, dikutip dari Euronews.

Selain menargetkan Nestora, serangan ini juga disebut menargetkan sejumlah politikus lainnya. Kedua politikus itu adalah eks anggota parlemen Yunani, Savvas Anastasiadis dan Kepala Partai ND di Thessaloniki, Zisis Iokimovits. 

3. Kekerasan Politik di Yunani terus berlanjut

ilustrasi bendera Yunani (pexels.com/@blue)

Yunani dalam sejarahnya sudah dirundung kekerasan politik sejak 1970-an. Insiden kekerasan dilancarkan oleh kelompok ekstremis lokal dengan pemboman skala kecil yang menargetkan simbol kekuatan atau properti milik politikus, polisi, atau tokoh penting lainnya. 

Sebelum kejadian ini, sebuah bom meledak pada Juli 2025 di luar rumah kepala penjara di Thessaloniki. Kepala penjara tersebut tidak terluka dalam serangan tersebut, tapi dua orang lainnya mengalami luka kecil dari pecahan kaca. 

Pada 2024, seorang petugas kepolisian yang menjaga rumah hakim di Athena juga terluka usai terkena serangan bom bensin. Insiden ini memperpanjang rentetan kekerasan politik di negara Eropa selatan tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article