Ada Drone Ukraina di Lautnya, Yunani Layangkan Protes

- Yunani memprotes temuan drone laut Ukraina tipe Magura V3 di perairannya dan khawatir konflik Ukraina-Rusia meluas ke kawasan Mediterania.
- Pemerintah Yunani menempuh jalur diplomatik setelah nelayan menemukan drone bermuatan 100 kg bahan peledak dekat Pulau Lefkada, yang sulit terdeteksi radar.
- Kemlu Ukraina membantah keterlibatan militernya dalam insiden tersebut dan bersedia bekerja sama dalam investigasi gabungan untuk mengungkap asal drone itu.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Yunani, Nikos Dendias memprotes adanya drone laut Ukraina, tipe Magura V3 yang belum meledak di perairannya. Athena mengkhawatirkan dampak perang yang mulai masuk ke negaranya dan kawasan Mediterania.
“Drone tersebut berasal dari Ukraina dan sudah diungkap dalam pertemuan Dewan Keamanan Uni Eropa (UE) di Brussels. Ini adalah sebuah insiden serius yang dialami Yunani,” terangnya, dikutip dari Politico, Rabu (13/5/2026).
Keberadaan drone laut ini diduga sebagai bagian dari operasi Ukraina untuk menargetkan armada kapal bayangan Rusia. Kapal bayangan Rusia tersebut digunakan untuk mengekspor minyak.
1. Yunani akan layangkan protes dalam beberapa hari ke depan
Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis mengatakan bahwa Yunani akan merespons lewat jalur diplomatik. Ia menyatakan, Mediterania tidak boleh menjadi teater peperangan baru imbas perang di Ukraina.
Dilansir Euractiv, otoritas Yunani sedang menguji drone laut yang ditemukan nelayan di dekat Pulau Lefkada. Drone tersebut diketahui membawa alat peledak seberat 100 kg dan sulit dideteksi oleh radar.
2. Sebut bukan pertama kali insiden melibatkan Ukraina di Yunani
Menteri Pelayaran Yunani, Vassilias Kikilas mengatakan bahwa insiden ini bukan kali pertama melibatkan drone Ukraina. Pada Maret, kapal yang dimiliki oleh perusahaan Yunani menjadi target dari drone Ukraina di pesisir Novorossiyk.
Serangan yang mengenai kapal Yunani tersebut berkaitan erat dengan izin parsial memperbolehkan pengiriman minyak Rusia dalam sebulan. Kikilas menyebut bahwa tindakan Ukraina tersebut tidak dapat diterima dan sangat berbahaya karena kapal tersebut membawa kru dari Yunani.
3. Ukraina sebut tidak ada bukti drone di Yunani milik negaranya
Pada saat yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina, Heorhiy Tykhy menyampaikan bahwa tidak ada hubungan antara drone maritim yang ditemukan di Yunani dengan militer Ukraina. Menurutnya, tidak ada bukti drone itu berasal dari Ukraina.
Dilansir Greek City Times, Ukraina masih membuka kerja sama dalam investigasi gabungan untuk mengungkap insiden ini. Terdapat dugaan bahwa drone tersebut diluncurkan dari pangkalan militer di Misrata, Libya bagian barat yang digunakan oleh Ukraina.

















